Pemprov Kalsel Matangkan Rencana Pembangunan Stadion Internasional

by -39 Views

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi pembangunan stadion internasional di Ruang Rapat PM Noor, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (12/3/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan rencana pembangunan stadion, mulai dari proses pembebasan lahan hingga tahapan konstruksi.

Rapat dipimpin Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Tasriq Usman, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ariadi Noor. Turut hadir sejumlah tenaga ahli gubernur serta perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, di antaranya Dinas PUPR Kalsel, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan stadion masih berada pada tahap pembebasan lahan. Seluruh dokumen administrasi terkait lahan telah diselesaikan dan diserahkan kepada Kantor Wilayah Pertanahan untuk diproses lebih lanjut.

“Setelah sosialisasi kepada masyarakat, semua administrasi sudah kami lengkapi dan diserahkan ke Kanwil Pertanahan. Dua minggu lalu dinyatakan lengkap, sehingga sekarang tinggal menunggu proses pembebasan lahannya,” ujarnya.

Menurut Yasin, proses pembebasan lahan akan ditangani oleh Kantor Wilayah Pertanahan. Pelaksanaannya bisa dilakukan langsung oleh pihak Kanwil atau didelegasikan kepada Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru.

Ia berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar agar tahapan pembangunan stadion dapat segera dilanjutkan. Jika tidak ada kendala, pembebasan lahan diperkirakan dapat selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.

“Kalau pembebasan lahan berjalan sesuai rencana, sekitar dua sampai tiga bulan sudah selesai. Setelah itu kita masuk ke tahap pengadaan konstruksi yang membutuhkan waktu sekitar dua bulan sebelum dilakukan peletakan batu pertama,” jelasnya.

Dengan jadwal tersebut, pembangunan stadion internasional diharapkan dapat mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2026.

Terkait pendanaan, Yasin menyebut pembangunan stadion ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun. Pembangunan akan dilakukan menggunakan skema multiyears selama tiga tahun, yaitu dari 2026 hingga 2028.

“Tahun ini sudah disiapkan anggaran sekitar Rp150 miliar sesuai nota kesepakatan. Kemudian pada 2027 sekitar Rp450 miliar dan pada 2028 sebesar Rp400 miliar untuk penyelesaian pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan Pemerintah Kota Banjarbaru mendukung penuh pembangunan stadion internasional tersebut. Dukungan diberikan terutama dalam proses perizinan lingkungan dan tata ruang.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah dokumen perizinan telah diproses sesuai ketentuan, termasuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Kami melaksanakan sesuai dengan kewenangan kami, mulai dari proses izin lingkungan hingga penyiapan dokumen yang diperlukan. PKKPR sudah disiapkan dan proses AMDAL juga sudah berjalan,” katanya.

Terkait lokasi pembangunan yang berada di dekat kawasan hutan lindung di wilayah Banjarbaru, Sirajoni menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah penyesuaian melalui mekanisme penggantian kawasan hutan di wilayah lain di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ia berharap kehadiran stadion internasional tersebut nantinya dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Kota Banjarbaru. Selain menjadi fasilitas olahraga, stadion itu juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

“Harapan kami, stadion ini tidak hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga dapat menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru. Nantinya akan muncul berbagai kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan tersebut,” pungkasnya. (Daily/Fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *