Banjar – Pesona wisata alam di Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam, terletak di Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, kian hari semakin memikat. Tak hanya pemandangan lereng gunung, air terjun dan pepohonan hijau yang menjadi daya tarik.
Kini pesona baru yang bakal menjadi magnet di tempat reakreasi keluarga itu adalah bertambahnya keragaman satwa. Setelah memiliki 23 rusa Sambar, kini Tahura kedatangan penghuni satwa baru jenis beruang madu langka yang siap berinteraksi dengan pengunjung.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Kalimantan Selatan menitipkan dua ekor beruang madu, penyerahan Owa-Owa satu ekor dan satu ekor Binturung kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.
Dalam acara berlangsung di TAHURA Sultan Adam, Jumat (8/9) pagi, Kepala BKSDA Andi Lukito dan Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai Zainal Ariffin juga berkenan menyerahkan bantuan kendaraan operasional sebagai wujud sinergitas dukungan terhadap pelestarian satwa dan lingkungan.
Disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Drs H Abdul Haris, MSi, juga diserah terimakan mobil operasional jenis hilux dan 4 unit sepeda motor dari Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS), penyerahan sepeda Karhutla 61 unit dan 48 unit untuk masyarakat.
Sekdaprov mengapresiasi langkah dan kegiatan yang dilakukan Dinas Kehutanan dalam mengelola program kerja antarinstansi dan masyarakat serta melahirkan program – program kreatif lainnya.
Menurutnya, manajemen kinerja Dinas Kehutanan ini patut menjadi contoh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SPKD) di lingkungan Pemprov Kalsel lainnya, terutama dalam mengokohkan kemitraan dengan stakeholder terkait bersama masyarakat.
“Saya kira ini perlu diikuti SKPD lainnya. Ya tentu kerja sama yang dilakukan sesuai dengan tugas pokok masing-masing . Seperti kegaiatn hari ini melibatkan berbagai komponen masyarakat baik instansi vertikal maupun lembaga kemitraan instansi lainnya,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, saat ini kehutanan memiliki fokus dalam pelestarian lingkungan, pelestarian hutan, dan hewan yang dilindungi. Strategi untuk keberhasilan melaksanakan tugas tentu harus mengokohkan hubungan baik dengan mitra kerja baik instansi vertikal, instansi daerah dan masyarakat.
“Sinergitas antarisntansi dan para mahasiswa dan masyarakat , terus ldiakukan karena ini terkait dengan fokus-fokus pembangunan yang diutamakan . Seperti penambahan satwa ini sebagai suatu pengayaan dan koleksi di TAHURA adalah wujud harmonisasi sinergitas ” terang Hanif. *








