, ,

Kalsel Miliki Pabrik Minyak Makan Merah Pertama di Kalimantan

by -992 Views
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah di Kabupaten Tanah Laut Kalsel /foto: adpim kalsel

bingkaibanua.com Tanah Laut – Kabupaten Tanah Laut bakalan memiliki pabrik minyak makan merah.

Pembangunan pabrik makan merah yang berlokasi di Desa Tajau Mulia, Kabupaten Tanah Laut, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh dilakukan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Republik Indonesia Teten Masduki didampingi Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Bupati Tanah Laut Sukamta dan Anggota DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, Selasa (31/1/2023) siang.

Pabrik minyak makan merah ini dikelola oleh Koperasi Sawit Makmur (KSM) bekerjasama dengan PT BGMPA.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya memberikan penguatan kepada petani sawit di sektor hilirasi. Pabrik ini juga yang pertama di pulau Kalimantan.

Menurutnya, tujuan pembangunan pabrik ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

“Petani tidak hanya menjual tandan buah segar tapi dapat membuat produk akhirnya berupa minyak makan merah,” katanya.

Dikatakanya, pembangunan pabrik juga untuk memperbaiki suplai minyak goreng kepada masyarakat sekitar kebun.

Minyak makan merah ini harganya jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng yang ada dipasaran serta lebih bergizi karena mengandung vitamin A dan E yang dapat membantu mengatasi permasalahan stunting.

Bupati Tanah Laut Sukamta meyakini keberadaan pabrik minyak makan merah mampu memberikan kontribusi yang luar biasa bagi daerah.

Pembangunan pabrik minyak makan merah, menjadi bagian persiapan Kabupaten Tanah Laut terhadap keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Kabupaten Tanah Laut melalui Koperasi Sawit Makmur saat ini sudah memiliki pabrik kelapa sawit yang kapasitas produksi CPO-nya mencapai 150 hingga 200 ton per hari.(rr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.