Sukses Adalah Istiqamah - Bingkai Banua

Tuesday, January 29, 2019

Sukses Adalah Istiqamah

Sukses Adalah Istiqamah

(Catatan dari tulisan Prof. Mujiburrahman, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Senin 28 Januari 2019 di Harian Banjarmasin Post)

Kita sering mendengar kata “sukses” dan kata ini menjadi impian, tujuan, dan cita-cita setiap orang. 
foto;jarmuka.wordpress.com
Orang yang belajar atau sekolah ingin sukses dengan lulus dan nilai yang bagus. Orang yang bekerja gigih ingin sukses memperoleh harta kekayaan, para aparatur bekerja dan berusaha untuk meraih jabatan sebagai bentuk kesuksesan berkarir. Para politisi juga memiliki ambisi untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat.

Inilah sebagai besar pandangan atau pengertian banyak orang tentang “sukses”.

Lantas, apa yang kita lakukan setelah mencapai keberhasilan tersebut, berhasil mencapai kesuksesan tersebut? Kita bahagia? Jelas bahagia karena keberhasilan yang diraih adalah hasil kerja keras dan impian dari kita.

Kita sekolah, kuliah terus lulus, kita bahagia. Kita berhasil menjadi PNS, bahagia. Kita berhasil menduduki puncak karir, bahagia. Tapi bahagia itu hanya sesaat setelah mencapainya. 1, 2 hari ke depan apakah kita masih merasakan kebahagiaan?

Setelah kita lulus dari SMA misalnya, kita akan dihadapkan dengan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah kita lulus CPNS, menjadi PNS berbagai dinamika, pekerjaan, pengabdian sudah menunggu kita, bahkan tawaran kreditpun akan menghampiri kita, (hee). Setelah kita menduduki jabatan karir tertinggi, jabatan publik, berbagai tantangan dan kepentingan akan kita hadapi. Apakah kita sudah sukses?

Saya pernah membaca buku motivasi, dan mengiyakan satu buah prinsip tentang kesuksesan dan menjadi pegangan saya hingga sekarang, yaitu “Sukses bukanlah hasil tapi proses menuju keberhasilan”.

Inilah prinsip yang saya pegang dan menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan. Dengan memegang prinsip ini, kita tidak akan terbuai dengan keberhasilan sesaat yang kita raih. Kehidupan terus berjalan, tantangan semakin banyak dan kompleks dan menuntut kita untuk terus bekerja dan berkreasi meningkatkan kemampuan diri.

Hal senada juga diutarakan oleh Prof. Mujib dalam tulisannya yang berjudul Istiqamah yang diterbitkan pada harian Banjarmasin Post edisi Senin, 28 Januari 2019.

Prof. Mujib mengatakan bahwa Keberhasilan hanyalah terminal, tempat berhenti sementara. Satu keberhasilan sebaiknya tidak menghentikan langkah orang untuk berjuang mencapai keberhasilan berikutnya. Terminal hanyalah tempat rehat, menghibur hati dan mengumpulkan energi untuk melanjutkan perjalanan.

Proses dan perjuangan menurut Prof. Mujib lebih penting dari hasil yang dicapai karena ia adalah pilihan bebas pribadi manusia. Kita tidak bisa memastikan apakah perjuangan kita akan berhasil atau gagal, tetapi kita bisa memastikan, apakah kita akan terus berjuang dan berproses untuk meraih cita-cita atau tidak.

Al-istiqâmah khairun min alfi karâmah, konsisten dalam berbuat kebaikan lebih baik daripada seribu keramat. Keramat secara bahasa artinya kemuliaan. Keberhasilan adalah keramat. Berbagai penghargaan yang kita terima sebagai buah dari perjuangan adalah keramat.

Dalam menjalani proses dan perjuangan untuk mencapai keberhasilan tentu tidak mudah dan banyak halangan atau faktor yang mempengaruhinya, selain istiqamah atau konsisten yang menjadi salah satu faktor utama, faktor orang lain sebagai rekan kerja, serta kondisi alam. 

Selain berpengan terhadap proses, kita juga berpegang terhadap restu atau kehendak Tuhan. Karena kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha, berdo’a, dan bertawakkal. Apa yang diberikan dan berhasil kita raih adalah usaha yang direstuai direstui oleh kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu ada pada hukum alam, hukum sosial hingga ketentuan-Nya di alam spiritual.

Diakhir tulisannya, Prof. Mujib mengajak untuk terus-menerus memohon petunjuk-Nya karena dalam menjalani hidup, kita gampang sekali tergoda, menyimpang dari jalan kebaikan dan kebenaran. Bagi setiap Muslim, setidaknya ia akan memohon kepada Allah 17 kali sehari, “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus”. 

“Istiqamah adalah perjuangan manusia yang tiada henti, sampai maut menjemput” tulisnya.

Roniansyah, S.Pd

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Bingkai Banua | All Right Reserved