Kalsel Kampanyekan Cegah Pernikahan Anak - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Sunday, December 9, 2018

Kalsel Kampanyekan Cegah Pernikahan Anak

Banjarmasin - Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus bergerak mengkampanyekan pencegahan pernikahan pada usia anak. 
Kampanye Cegah Perkawinan Anak di Kalsel
Seperti yang mereka lakukan pada Minggu (9/12) di kawasan Car Free Day (CFD) Banjarmasin, yang dipimpin langsung oleh Kepala DP3A, Hj Husnul Hatimah, SH MH. 

Kegiatan kampanye ini dimulai sejak pagi hari dan melibatkan berbagai pihak, seperti organisasi, forum anak daerah, dan DP3A Kota Banjarmasin, serta masyarakat, remaja, dan anak-anak. 

Kepala DP3A Prov Kalsel, Hj Husnul Hatimah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari pelaksanaan intruksi dari pemerintah pusat dalam bulan anti kekerasan, yaitu mulai tanggal 10 November hingga 10 Desember.

“Kegiatan merupakan aksi nyata dalam rangka bulan anti kekerasan, yaitu tanggal 10 November hingga 10 Desember” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata dan komitmen dari Pemprov Kalsel untuk menurunkan angka pernikahan di usia anak yang masih cukup tinggi terjadi di Kalsel.

Dijelaskannya, perkawinan anak (perkawinan pada usia anak atau sebelum usia 18 tahun) merupakan sebagai pelanggaran atas hak anak untuk berkembang dan sebagai bagain dari generasi penerus bangsa.

Perkawinan anak berdampak pada perkembangan mereka, mereka rentan terhadap kehilangan hak pendidikan, kesehatan, gizi, rentan terjadi kekerasan, eksploitasi, dan terancam kehilangan kebahagiaan masa anak – anak.

“Perkawinan anak berdampak pada psikologis, mentel, dan kekerasan terhadap anak. Bagi anak laki–laki perkawinan anak berdampak buruk, tetapi bagi anak perempuan berdampak lebih buruk lagi” jelasnya.

Husnul menghimbau kepada masyarakat agar bekerja sama dalam upaya pencegahan pernikahan anak. Karena keluarga memiliki peranan penting dalam pencegahan ini.

“Marilah bersama untuk mencegah pernikahan di usia anak, anak adalah generasi bangsa” himbaunya.

Aksi pencegahan perkawinan anak ini dilakukan mereka dengan membentangkan spanduk dan tulisan untuk menolak perkawinan di usia anak. 

Berbagai tulisan mereka bentangkan, diantaranya “JANGAN RAMPAS HAK KAMI UNTUK BAHAGIA DI USIA MUDA” “TUNDA NIKAH USIA DINI! RAIH PRESTASI UNTUK MASA DEPAN”.

Kampanye ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen pencegahan perkawinan anak. Dimulai dari Kepala DP3A Prov Kalsel, Ketua Ombudsman Kalsel, Norholis Majid, Kepala DP3A Kota Banjarmasin, kemudian diikuti oleh para peserta CFD yang juga membubuhkan tanda tangan sebagi bentuk dukungan terhadap pencegahan perkawinan anak.(rny)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad