IBX5A2DB0A16D0BC Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 Kurangi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, October 15, 2018

Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 Kurangi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 yang diselenggarakan di Kalsel tidak hanya berdampak positif terhadap pembangunan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan, tetapi lebih dari itu, HPS juga sangat berdampak pada pengurangan kebakaran hutan dan lahan.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor Memantau Langsung Proses Pembukaan Lahan Pertanian di Desa Jejangkit
Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan dikala musim kemarau melanda.

Salah satu daerah yang menjadi langganan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau adalah di Desa Jejangkit, Kab. Batola.

Namun kini, setelah ditetapkan menjadi salah satu lokasi utama peringatan HPS 2018, warga setempat merasakan dampak yang luar biasa. 

Dimana masyarakat menyaksikan sendiri dibukanya lahan tidur yang seolah tidak tersentuh oleh mereka. Pada peringatan HPS 2018 ini, lebih dari 750 hektar lahan tidur di Jejangkit sudah digarap dan sebagian besar juga sudah ditanami padi. Selanjutnya, pembukaan lahan tidur ini juga akan diteruskan hingga mencapai target seluas 4 ribu hektar.

Selain merasakan dampak yang luar biasa, terutama pembukaan lahan baru untuk bercocok tanam, mereka juga merasakan pengurangan yang luar biasa dari terjadinya kebakaran lahan. 

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor beberapa waktu lalu mengatakan bahwa masyarakat Jejangkit Batola begitu gembira karena mereka merasakan dampak yang positif dari HPS, terhadap kebakaran lahan. 

Biasanya, setiap kali musim kemarau maka akan terjadi kebakaran lahan di Jejangkit dan berakibat pada kabut asap.

"Warga sangat berterima kasih karena dengan adanya peringatan HPS ini, sangat banyak sekali mengurangi terjadinya kebakaran lahan. Biasanya lahan yang terbakar hingga mendekati permukiman warga" ujar Gubernur. 

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menambahkan bahwa kebanyakan lahan yang terbakar adalah lahan tidur, lahan yang tidak digarap. 

"sejatinya, lahan yang terbakar ini adalah lahan tidur. Untuk itu, HPS 2018 ini adalah momentum bagi kita untuk Bergerak bangunkan raksasa tidur" tambahnya. 

Sementara itu, Kepala BPBD, Wahyudin menjelaskan bahwa dampak peringatan HPS 2018 sangat luar biasa bagi pengurangan kebakaran lahan. 

"sebelum di tetapkan menjadi lokasi Peringatan HPS, lahan yang terbakar biasanya  mencapai 30%. Namun kini hanya 11% lahan yang terbakar," jelasnya.(rny)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad