IBX5A2DB0A16D0BC BRT di Kalsel Akan Terwujud Tahun 2019 - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, October 8, 2018

BRT di Kalsel Akan Terwujud Tahun 2019

BANJARMASIN – Harapan masyarakat Kalsel akan hadirnya Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Banjarbakula, segera terwujud. 
Wakil Gubernur Kalsel Saat Memberikan Arahan pada Company Gathering Percepatan Operasional Angkutan Massal Bus Rapid Transit (BRT)
Pasalnya, halte yang jadi sarana penunjang angkutan massal ini, akan dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR).

Tahap awal pembangunan halte sebanyak 112 buah dari total 260 halte. Keberadaan halte terbagi di dua koridor, meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

Menurut Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, penyediaan moda transportasi massal terus digenjot. Sementara upaya yang dilakukan dengan menggandeng perusahaan untuk sama-sama membangun banua.

“Alhamdulillah, niat kita disambut baik. Insya Allah, di tahun 2019 nanti BRT tahap awal sudah bisa beroperasi,” jelas Rudy Resnawan, selepas acara Company Gathering Percepatan Operasional Angkutan Massal Bus Rapid Transit (BRT), Sabtu (6/10) malam.

Dua koridor, sambung Rudy, lebih dulu beroperasi dari enam koridor yang dibangun untuk kelancaran BRT. Operasional tahap awal perlu ditunjang 112 halte, baik ukuran kecil (sistem portabe), sedang, dan besar demi keperluan penumpang yang berangkat dan pulang.

Sementara Kadishub Kalsel, Rusdiansyah, mengatakan, perusahaan diundang untuk mempercepat realisasi pembangunan halte BRT.

“Hingga sekarang ini kami sudah dapat 71 pengusaha konsorsium dari CV Maju Bersama, sisanya ada 41. Sedang BUMN dan BUMD yang sudah menyanggupi ada14,” beber Rusdiansyah.

Menurutnya, perusahaan diberi kesempatan memasang iklan perusahaannya. Misal, halte lokasinya ada dekat kantor PT Jasa Raharja, maka haltenya diberi nama halte Jasa Raharja.

“Bahkan selama tiga tahun perusahaan bebas retribusi atas iklan yang menempel di halte tersebut,” tegas Rusdiansyah.

Untuk desain halte, bahan serta estimasi biaya pembuatan, lanjut Rusdiansyah, sudah disiapkan Pemprov Kalsel berkisar Rp 25 juta hingga Rp 68 juta tergantung bahan. Halte akan dipusatkan di Terminal Pal (km,red) 17 untuk koridor 2, dan koridor 1 dipusatkan di Pal 0. (syh/foto: hum)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad