IBX5A2DB0A16D0BC Tiba Dari Tanah Suci, Paman Birin Langsung Bekerja Tinjau Karhutla - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Thursday, August 30, 2018

Tiba Dari Tanah Suci, Paman Birin Langsung Bekerja Tinjau Karhutla

Banjarbaru – Suasana suka cita mewarnai penyambutan kedatangan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan keluarga, usai melaksanakan ibadah haji, di Tanah Suci Makkah,  di VIP Room Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis (30/8) pagi.
Setiba dari Tanah Suci Makkah, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor Bersiap Meninjau Karhutla di Kalsel
Kedatangan orang nomor 1 di Kalsel ini disambut keluarga, sahabat, kerabat, kolega, sejumlah Kepala  SKPD l, dan anggota Forkopimda Kalsel serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.

Setiba di VIP Room Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, beristirahat sejenak dan bercengkrama dengan keluarga, pejabat serta pegawai di lingkungan Pemprov Kalsel.

Sekitar 20 menit beristirahat, Paman Birin, memutuskan untuk memantau langsung potensi titik api di sejumlah daerah dari langit Kota Banjarbaru dan sekitarnya dengan menggunakan helikopter.

Paman Birin mengemukakan, selama di Makkah dirinya tetap memantau situasi maupun kondisi di Banua. Terlebih terkait kebakaran hutan dan lahan yang berakibat terjadinya kabut asap.

"Saya selalu memantau dan menerima laporan terkait kebakaran hutan dan lahan. Saya katakan ke teman-teman, nanti setiba di Banua saya akan langsung memantau titik api" ujarnya.

Dari hasil pantauan, Paman Birin bersyukur karena sekarang hanya terlihat titik asap bukan titik api.

"Alhamdulliah, berkat do'a kita semua dan atas ijin dari Allah Swt, kemaren hujan turun dan menghilangkan titik api, tadi hanya terlihat titik asap" ujarnya.

Meski sekarang hanya terpantau titik asap, Paman Birin tetap mengintruksikan untuk tetap waspada karena bisa saja cuaca kembali panas dan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa minggu terakhir,  kabut asap mulai dirasakan disejumlah daerah di Kalsel. Di daerah Desa Cindai Alus misalnya, setiap pagi merasakan kabut asap.

Selain itu, sebagian warga di daerah ini juga sulit mendapatkan air karena sumur air yang menjadi sumber air bagi sebagian warga mulai mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Prov Kalsel, Drs H Wahyudin,MAP mengatakan bahwa ada sekitar 1.432 hektar lahan terbakar di Kalsel. Jumlah ini, merupakan yang terkecil dibandingkan dengan enam provinsi lainnya yang rawan dengan karhutla.

“Ada sekitar 1.432 hektar lahan di Kalsel yang terbakar selama ini. Angka ini meruapakan yang terkecil dibandingkan dengan enam provinsi lainnya yang rawan karhutla” ujarnya.

Ada sejumlah daerah di Kalsel yang terjadi karhutla, yaitu Bati-bati, Guntung Damar, Kawasan Pegunungan Tahura, daerah Daha Barat dan Daha Utara.(rny/rr/bingkaibanua)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad