IBX5A2DB0A16D0BC Puasa Zaman Now, Puasa Smart Phone - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, May 22, 2018

Puasa Zaman Now, Puasa Smart Phone


Oleh: Rony Raj

Di zaman sekarang atau zaman now siapa yang tidak kenal dengan smart phone? Di zaman sekarang siapa yang tidak punya smart phone?

Ya, di zaman sekarang rata-rata orang tahu dan memilki yang namanya smart phone, terlebih bagi masyarakat menengah ke atas. Mulai dari para remaja, orang dewasa hingga orang tua memiliki smart phone, bahkan anak-anak juga sudah memiliki smart phone. Hebatnya lagi, para balita juga sudah bisa menggunakan smart phone.

Luar biasa fenomena smart phone ini. Lantas apa itu smart phone dan apa hubungannya dengan puasa?

Smart phone kalau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah ponsel pintar. Hanya dengan ponsel, kita bisa banyak melakukan aktifitas di dalamnya bahkan bisa membantu dan mempermudah pekerjaan yang menjadi rutinitas kita.

Tak ayal, smart phone bisa membuat orang sibuk, bahkan bisa membuat orang lupa, mabuk atau terlena dibuatnya.

Selain fungsi yang dimilikinya sangat bermanfaat bagi kita, fitur di dalamnya, yaitu berbagai media sosial yang bisa membuat kita lebih sibuk, mabuk, atau terlena dibuatnya.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pengguna media sosial di Indonesia mencapai 130 juta orang. Kemudian menurut Thomas Hidya Tjaya mengatakan bahwa pengguna medsos di Indonesia rata-rata selama 3 jam 23 menit perhari.

Smart phone dengan berbagai media sosialnya bisa banyak memberikan manfaat dan sebaliknya bisa juga memberikan dampak buruk.

Melalui media sosial kita dapat berinteraksi di dunia maya, sehingga bisa membuat yang jauh terasa lebih dekat. Media sosial juga dapat kita manfaatkan untuk menyebarkan kebaikan, bisa juga berjualan, atau hanya sekedar eksis semata.

Sebaliknya, media sosial juga bisa daimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu-isu provokatif, fitnah, ujaran kebencian, yang dapat mengunggah emosi si pembaca sehingga dapat mempengaruhi cara pandang maupun pemikirannya.

Lantas bagaimanakah kita memanfaatkan smart phone sehingga bisa memberikan manfaat dan menghindarkan mudharatnya?

Puasa! Ya puasa, adalah cara dinilai tepat untuk bisa mengendalikan smart phone yang kita miliki sehingga bisa memberikan manfaat. Terlebih dimomen bulan suci Ramadhan ini. 

Selain kita berpuasa menahan lapar dan haus, kita juga bisa menahan diri dari penggunaan smart phone atau media sosial secara berlebih.

Puasa itu sendiri memiliki arti menahan diri. “Artinya, puasa adalah jeda, bukan penghentian total. Puasa adalah latihan pengendalian diri. Diri yang dimaksud adalah keinginan rendah dan sifat buruk manusia yang disebut nafsu”.

Jadi, bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan kita untuk puasa dari media sosial. Menahan diri dari aktif bermedsos, menghindari dari nafsu bermedsos yang berlebih dan tidak memberikan manfaat.

Jika kita dapat puasa dari medsos, dapat mengendalikan nafsu bermedsos maka kita akan tergolong “muthmainnah” atau yang damai, oaring yang dapat menikmati manfaat dari medsos. Jika kita kalah dari nafsu tersebut maka akan tergolong “ammarah”, yaitu yang dapat mendorong kepada kejahata. Atau kadang-kadang bisa mengendalikan kadang tidak, maka kita termasuk “lawwamah” atau yang bisa mencela dirinya.

Semoga kita semua bisa mengendalikan nafsu di bulan suci Ramadhan ini. Nafsu dari makan, minum, dan hal lainnya yang dapat membatalkan puasa, kita juga bisa mengendalikan nafsu bermedsos.

Puasa zaman now, puasa smart phone dan mendsos!

Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad