IBX5A2DB0A16D0BC Cek Harga Hotel Di Tangerang Untuk Menikmati Berbagai Wisata Sejarah Disana - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Friday, April 13, 2018

Cek Harga Hotel Di Tangerang Untuk Menikmati Berbagai Wisata Sejarah Disana


Ada banyak jenis destinasi wisata yang bisa dijelajahi saat bertandang ke sebuah wilayah, termasuk salah satunya kota Tangerang. Selain dari jenis wisata hiburannya, namun kota yang satu ini juga memiliki beragam jenis wisata sejarahnya yang sangat menarik untuk dikunjungi seperti:

Kelenteng Boen San Bio
Kelenteng Boen San Bio
Kelenteng Boen San Bio. (foto: sportourism.id)
Segera cek harga hotel di wilayah Jalan Baru, pasalnya di wilayah ini ada satu tempat wisata sejarah yang cukup populer bernama Kelenteng Boen San Bio. Kelenteng yang terletak di jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci Tangerang ini dibangun pada tahun 1689 sehingga termasuk kelenteng berusia. Kelenteng ini memiliki keunikan yaitu jika pada kelenteng kebanyakan terdapat hiasan kepala naga di bagian atap kelenteng, di kelenteng Boen San Bio dijaga oleh sepasang burung Fenghuang atau burung Phoenix yang indah dengan sebutir mutiara diantara keduanya.

Keunikan lain kelenteng ini adalah, kelenteng ini juga sempat memecahkan rekor MURI sebanyak 11 kali  di antaranya adalah menegakkan 1.150 telur dalam waktu hanya beberapa menit yang dilakukan oleh 108 orang. Selain sebagai tempat beribadah umat Kong Hu Cu, kelenteng ini juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah karena keunikan bangunannya tersebut.

Museum Benteng Heritage
Museum Benteng Heritage. (foto: embunpagi36.wordpress.com)
Museum benteng Heritage merupakan sebuah museum pribadi milik Udaya Halim yang merupakan restsorasi dari sebuah bangunan tua berarsitektur tradisional Tionghoa yang diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke 17. Museum Benteng Heritage dinobatkan sebagai bangunan tertua di Tangerang dengan unsure Tionghoa yang amat kental. 

Museum Haritage terletak di tengah Pasar Lama dan dibangun dengan dua lantai. Lantai pertama museum dijadikan sebagai restoran, tempat gathering, penjualan souvenir dan sebagainya. Sedangkan di lantai dua tempat koleksi berbagai barang antik seperti berbagai barang yang berkaitan dengan sejarah etnis Tionghoa di Indonesia serta artefak yang menjadi saksi bisu masa lalu.

Museum ini mendapat julukan Pearl Of Tangerang karena mendapat banyak pengerhargaan baik dari nasional maupun internasional. Salah satunya adalah penghargaan FIABCI Prix D’excelent Award tahun 2013 dalam kategori Heritage, keren bukan? Yuk segera booking hotel di Reservasi.com untuk dapat menikmati kemegahan museum yang satu ini.

Masjid Jami’ Kalipasir
Masjid Jami’ Kalipasir. (foto: tanggerang.tv)
Masjid Jami’ Kalipasir terletak di kampung Kalipasir, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang Banten. Masjid ini dibangun pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamitrawidjaja yang berasal dari Kahuripan. Kepengurusan masjid ini dilakukan secara turun temurun oleh keluarga Tumenggung Pamitrawidjaja.

Di sebelah barat masjid ini terdapat dua buah makam  yang dianggap sacral yang masing-masing berukuran 6x2 m dan 4x2 m. Masjid ini sudah mengalami banyak perubahan dari bentuk awalnya dan hanya menyisakan dua bagian yang masih original yaitu empat tiang di dalam masjid dan kubah kecil yang bermotif China yang berada di atas masjid. Letaknya yang berada di tengah pemukiman penduduk membuat masjid ini tidak memiliki lahan untuk parker. Walaupun demikian masjid ini masih digunakan sebagai tempat ibadah dan juga sebagai objek wista religi di kota Tangerang. Yuk cek harga hotel di Tangerang untuk dapat menikmati wisata sejarah sekaligus religi yang satu ini.

Monumen Palagan Lengkong
Monumen Palagan Lengkong
Monumen Palagan Lengkong. (foto: jakarta.panduanwisata.id)
Monument Palagan Lengkong merupakan bangunan bersejarah yang dibuat untuk mengenang jasa perjuangan Daan Mogot. Daan Mogot sendiri merupakan nama seorang tentara PETA yang memimpin 70 taruna tentara menuju tempat bermukim Jepang di daerah Lengkong.

Monumen ini menjadi saksi bisu, perjuangan pasukan Mayor Daan Mogot yang saat itu mempunyai misi  untuk mencegah senjata Jepang jatuh ke tangan Belanda, usai Jepang dinyatakan kalah oleh sekutu. Akan tetapi dalam perjuangannya tersebut, Mayor Daan Mogot dan 34 pasukannya gugur sehingga kelompok mereka harus mundur dan mengalami kekalahan. Banyak orang yang datang ke monument ini hanya sekedar untuk berfoto sambil menikmati pemandangan di sekitar monumen.

Bendungan Pasar Baru
Bendungan Pasar Baru
Bendungan Pasar Baru. (foto: sportourism.id)
Booking hotel di Reservasi.com untuk menikmati salah satu tempat bersejarah di kota Tangerang, tempat wisata sejarah ini bernama Bendungan Pasar Baru. Bendungan ini terletak di jalan K. S Tubun, Kelurahan Koang Jaya Kecamatan Karawaci, Tangerang Banten yang memanjang melintasi aliran sungai Cisadane. Bendungan Pasar Baru dibangun diresmikan tahun 1930 yang difungsikan sebagai pusat pengairan persawahan seluas  40.663 hektar di wilayah tersebut. 

Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah menata  dan  mempercantik tampilan Bendungan Pasar Baru sehingga menjadi lebih nyaman dan bersih. Bendungan ini juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat terutama warga masyarakat sekitaran  bendungan tersebut.

Wisata Kota Tua Banten Lama
Wisata Kota Tua Banten Lama
Wisata Kota Tua Banten Lama. (foto: seriuslo.com)
Tidak hanya Jakarta saja yang memiliki wisata kota tua, akan tetapi Banten juga memilikinya. Kota Tua Banten Lama merupakan sebuah tempat yang menyimpan  banyak sejarah Kota Tangerang Banten seperti peninggalan kerajaan Kesultanan Banten, Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Benteng Spellwijk dan Istana Kaibon.

Tempat ini bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam dari Jakarta. Apabila anda berkunjung ke wisata Kota Tua Banten Lama Anda akan mememukan reruntuhan bangunan-bangunan bersejarah yang cukup terjaga dan terawat.

Demikianlah ulasan tentang beberapa tempat wisata sejarah yang ada di Tangerang, cek harga hotel di berbagai wilayah Tangerang jika ingin menikmati seluruh jenis wisata sejarah yang ada di kota ini karena tentunya untuk dapat menjajali seluruh destiansi yang ada tidak cukup dilakukan sehari saja.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad