IBX5A2DB0A16D0BC Literasi Keuangan Tangkal Investasi Bodong - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Friday, February 23, 2018

Literasi Keuangan Tangkal Investasi Bodong

Banjarmasin - Lemahnya literasi keuangan masyarakat, terutama di bidang investasi membuat perkembangan bursa komoditi saat ini belum berkembang pesat, bila dibandingkan dengan industri pasar modal dalam negeri.


Kondisi ini juga membuat masyarakat rentan menjadi korban investasi bodong, maupun bagi pelaku perusahaan pialang yang legal.

Hal tersebut sebagaimana diutarakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis sebagaimana dibacakan Asisten Administrasi Umum, Ir Syamsir Rahman,MS pada Rapat Koordinasi Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (Rakor Bappebti), Kamis (22/02) di Hotel Golden Tulip.

Melihat fenomena tersebut, gubernur mengatakan pentingnya literasi keuangan dan informasi investasi. Tidak sedikit investasi yang menawarkan kemudahan maupun keuntungan yang besar, namun tidak sedikit pula, investasi tersebut merupakan investasi bodong yang merugikan masyarakat.

Pentingnya literasi keuangan, sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah tindakan pengawasan dan regulasi yang ketat dan mengatur, karena investasi perdagangan berjangka komoditi memiliki tingkat resiko yang tidak kecil.

Dalam bagian lain Syamsir Rahman mengatakan,  bahwa di Kalsel, ada lima perusahaan investasi yang memiliki ijin atau termasuk dalam kantor cabang Pialang berjangka di Banjarmasin, yaitu PT Best Profit Futures, PT Cebtral Capital Future, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Millenium Penata Futures, dan PT Topgrowth Futures.

Syamsir menilai, sangat penting informasi terkait investasi. Ia mengharapkan kepada media dapat menyebarluaskan informasi terkait investasi, karena yang terpenting adalah perusahaan memilki ijin.

“Saya mengharapkan, informasi terkait investasi dapat diseberluaskan ke masyarakat, terutama legalitas perusahaan. Ini yang penting, yaitu legalitas perusahaan, baru berinvestasi” ujar Syamsir.    

Ditambahkan Syamsir, mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati untuk berinvestasi dengan perusahaan di luar perusahaan yang telah mendapat ijin. Sebelum berinvestasi, Syamsir mengharapkan kepada masyarakat agar menanyakan kepada Kementerian Perdagangan RI, maupun ke Dinas Perdagangan Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) menyarankan untuk memperhartikan 7 hal sebelum berinvestasi dalam perdagangan berjangka, yaitu:  pelajari latarbelakang perusahaan yang menawarkan untuk bertransaksi,  pelajari tata cara bertransaksi dan penyelesaian perselisihan, pelajari kontrak berjangka yang diperdagangkan. 

Kemudian, pelajarai wakil pialang yang dapat ijin dari Bappebti,  pelajari dokumen-dokumen perjanjianny, pelajari risiko-risiko yang dihadapi dan pantang percaya dengan janji-janji keuntungan yang tinggi.(rsy*) 

foto: seputar forex

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad