IBX5A2DB0A16D0BC Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung (bagian 3), Menuju Air Terjun Lembah Kahung - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, January 30, 2018

Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung (bagian 3), Menuju Air Terjun Lembah Kahung

Air Terjun Lembah Kahung
Setelah mengisi nutrisi tubuh agar bertenaga kembali, kami melanjutkan perjalanan ke air terjun Lembah Kahung dengan jarak tempuh 5,7 Km. Perjalanan ke sana membutuhkan tenaga ekstra dikarenakan kondisi jalanan yang makin menantang. Sepanjang jalan kami melewati banyak pohon tumbang yang menghalangi jalan kami, maklum saja satu hari sebelumnya hujan deras dan angin kencang menerpa kawasan Lembah Kahung. Karena itu juga jalanan yang dilewati basah dan licin ditambah lagi terdapat tebing dengan jurang di sisinya hingga batu-batu besar licin yang juga harus kami taklukkan.

Bagi anda yang khawatir apakah kita harus banyak air untuk persediaan di perjalanan? Tidak perlu khawatir, cukup bawa botol minum saja, ketika habis nanti dapat diisi ulang dengan menggunakan air sungai yang mengalir dari sumber mata air pegunungan yang dapat kita temui di sepanjang jalan menuju ke air terjun, rasanya??? Segaaarrr sekaliiii.

Di tengah perjalanan kami sempat beristirahat sebentar di shelter 3, menurut guide dari shelter 3 ke air terjun Lembah Kahung memerlukan waktu 2  jam lagi. Semakin dekat dengan air terjun, kondisi jalan yang kami lewati semakin menantang karena banyak terdapat batu-batuan licin sementara di bawahnya terdapat sungai yang deras. 

Air terjun menjulang tinggi dengan airnya yang jernih sudah ada di depan mata kami. Luar biasa indah ciptaan Tuhan, di atas air terjun tersebut terdapat 2 bendera dari Negara lain yang menandakan bahwa pernah ada wisatawan luar negeri yang melakukan pendakian pada puncak Kahung. Selama di air terjun kami habiskan dengan memasak bersama untuk mengisi tenaga, mandi dan juga mengambil dokumentasi sebanyak-banyaknya. Mengingat perjalanan untuk kembali ke shelter 2 diperlukan waktu yang cukup lama, maka kami memutuskan untuk tidak terlalu lama berada di lokasi air terjun, maklum saja saat itu jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. 

Kamipun pulang dengan perjalanan yang dihiasi oleh guyuran hujan dan gelapnya malam, untungnya sejak awal kami sudah diwanti-wanti untuk membawa jas hujan dan juga senter. Kalau ditanya bagaimana rasanya berjalan di hutan dengan kondisi lelah, hujan dan menembus gelapnya malam, hmmmmm…. tidak  bisa tergambarkan, ini adalah pengalaman yang luar biasa di hutan Kalimantan. 

Tepat pukul 20.45 Wita kami sampai di shelter 2 dengan banyak membawa hewan Pacat yang menempel di badan. Naahh…. ini kejutannya memang dalam perjalanan dari shelter 1 sampai ke air terjun Lembah Kahung, kami bisa akrab dengan hewan Pacat ini, hewan sejenis lintah yang menempel di permukaan badan maupun pakaian yang kami pakai kemudian menghisap darah yang dihinggapinya.

Hewan ini memang akan menghisap darah namun tidak terlalu berbahaya, hanya menimbulkan sensasi geli atau sedikit jijik (bagi yang gampang jijik hehehee). Tapii… karena di sini sumber air cenderung mudah di dapatkan, jadi sangat mudah untuk membersihkannya, air sungai di sini sangat bersih dan segar apalagi dari tempat shelter 1, 2 dan 3 semuanya berdekatan dengan aliran sungai bersih.  Kami pun memutuskan untuk menginap di shelter 3.

Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung <<<(bagian 1)>>> <<<(bagian 2)>>> <<<(bagian 3)>>> <<<(bagian 4)>>>

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad