IBX5A2DB0A16D0BC Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung (bagian 1), Penasaran Akan Eksotis Lembah Kahung - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, January 30, 2018

Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung (bagian 1), Penasaran Akan Eksotis Lembah Kahung

Lembah Kahung di Desa Belangian Kecamatan Aranio
Eksotis Lembah Kahung memiliki daya tarik tersendiri. Selain memiliki hutan yang masih asri, Lembah Kahung juga menyimpan banyak potensi yang dapat memikat para wisatawan, seperti air terjun Lembah Kahung, berbagai pohon langka asli Kalimantan, seperti meranti, ulin, beringin, serta berbagai hasil perkebunan, pertanian, maupun perikanan masyarakat yang menambah daya tarik Lembah Kahung.

Keasrian Hutan Kahung yang terletak di Desa Belanginan, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar coba dijelajahi oleh masyarakat, tidak hanya para pecinta alam maupun wisatawan, sejumlah Pegawai Negeri pun penasaran untuk menjelajahinya. Tidak terkecuali jajaran Pejabat dan Pegawai di Biro Humas dan Protokol Provinsi Kalimantan Selatan, penasaran untuk menaklukkan eksotis Lembah Kahung.

Dipimpin langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokl, Kurnadiansyah,S.Sos bersama sejumlah pejabat dan staf lainnya, mereka melakukan ekspedisi Lembah Kahung dengan tujuan untuk mengekspose potensi yang dimiliki oleh Kalsel dan menyebarluaskannya ke masyarakat.

Menarik untuk melihat keseruan perjalanan mereka? Berikut cerita keseruan Tim Ekspedisi Biro Humas dan Protokol Kalsel menaklukkan Lembah Kahung. 

Hari pertama:

Bermodalkan informasi dan data dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel mengenai kondisi perjalanan ke Lembah Kahung. Kami tim Biro Humas dan Protokol Kalsel yang berjumlah 10 orang melakukan ekspedisi ke Air Terjun Lembah Kahung dengan persiapan yang cukup singkat. Perjalanan dimulai pada siang menuju sore hari ke dermaga waduk Riam Kanan. Untuk sampai ke dermaga, diperlukan waktu sekitar 1 jam dari Kota Banjarbaru menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2.

Sesampainya di dermaga, kami sudah ditunggu oleh kapal mesin (kelotok : dalam bahasa banjar) yang sudah kami pesan sebelumnya. Kelotok ini membawa kami ke Desa Belangian Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar selama 2 jam. 

Selama perjalanan ke Desa Belangian, mata kami dimanjakan dengan deretan pegunungan Meratus yang indah berderet-deret bersama bukit dengan pulau-pulau kecil di tengah waduk / danau Riam Kanan, apalagi saat itu sudah memasuki senja sore membuat perjalanan kami terasa sempurna. Di tengah perjalanan kami sempat mampir membeli ikan segar dari tambak milik masyarakat sekitar untuk dibawa sebagai bekal makanan kami.

Dalam perjalanan ke Desa Belangian kalian nantinya akan banyak menemukan aktivitas warga di pinggiran waduk yang mayoritas bekerja membudidayakan ikan tawar, seperti Nila, Ikan Mas, dan sejenisnya. 

Sesampainya di Desa Belangian, kami disambut ramah oleh Bapak Fahrudin, Pambakal (kepala Desa) Desa Belangian. Beliau dengan ramah menyambut kami dan menawarkan tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Haripun mulai gelap, Pambakal menyarankan kami agar naik ojek untuk menuju shelter 1 agar tenaga bisa dihemat, kebetulan perjalanan untuk menuju shelter 1 masih bisa menggunakan kendaraan roda 2.

Kamipun naik ojek, sekitar 20 menit kemudian kami tiba shelter 1. Kalau berjalan kaki, maka diperlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di shelter 1. Malampun tiba dan kamipun bermalam di shelter 1.

Asyiknya Jelajahi Lembah Kahung <<<(bagian 1)>>> <<<(bagian 2)>>> <<<(bagian 3)>>> <<<(bagian 4)>>>

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad