IBX5A2DB0A16D0BC Solo, In: Pengalaman Pertama ke Solo Jawa Tengah - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 25 Desember 2017

Solo, In: Pengalaman Pertama ke Solo Jawa Tengah

Logo Solo the spirit of java
Oleh: Roniansyah, S.Pd

Gemerlap cahaya terlihat dari bilik jendela yang menandakan pesawat rute Banjarmasin - Solo akan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali Jawa Tengah. Maklum saja, penerbangan Banjarmasin - Solo hanya satu kali sehari yaitu pada jam 18.30 wita. 

Saya sangat bersyukur dapat kembali menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di salah satu kota di Indonesia, yaitu Solo. Yup Solo, kota yang dikenal dengan budaya dan batik yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

Selain itu, Kota ini juga merupakan kota kelahiran Presiden RI sekarang, yaitu Joko Widodo. Tidak hanya kota kelahiran beliau, tetapi juga menjadi tempat dimana Beliau dibesarkan. Lebih dari itu, Bapak Joko Widodo atau yang akarab dikenal dengan sebutan Jokowi pernah menjadi Walikota Solo sebelum menjadi Gubernur DKI dan menjadi Presiden seperti sekarang. 

Sesampai di penginapan, rasa penasaran tentang kota Solo terus menyelumuti, namum rasa penasaran tersebut harus dipendam karena fokus untuk mengikuti acara yang akan berlangsung di Hotel Lor In Solo yang juga akan di hadiri oleh Presiden. 

Sekilas dari tempat saya menginap, bagaimana sudut kota Solo yang padat dengan beberapa gedung-gedung bertingkat. Selain itu, di akhir bulan tadi juga telah dibuka salah satu event nasional di Solo, yaitu Solo Great Sale. Event tahunan yang telah menjadi event nasional ini, merupakan upaya untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Solo, dimana para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai diskon dari produk-produk dari tempat atau pelaku usaha yang mengikuti event ini, mulai dari pasar tradisional hingga modern.

Even ini dapat menjadi kaca perbandungan bagi kita, untuk memajukan daerah Kalimantan Selatan. Solo sebagai kota saja bisa, apalagi kita sebagai provinsi juga harus bisa, Kota-kota lain di Kalsel juga bisa. 
Rasa penasaran semakin menyelimuti, ingin melihat sudut kota Solo dan bisa mempeeoleh batik. Rasanya tidak lengkap, kalau ke Solo tanpa membeli batik.

Rasa penasaranpun terobati, dimulai dari jalan-jalan pagi ke Stadion Manahan Solo. Sebuah Stadion sepakbola yang berstandar Internasional yang kerap menggelar pertandingan-pertandingan Internasional dan pertandingan penting di Indonesia.

Besoknya, kami jalan-jalan ke Keraton Solo. 1 jam lebih kami berjalan dan berkeliling di Keraton sambil melihat jejak sejarah negeri ini. Setelah dari keraton, kami terus ke Pasar Baru. Setiba di pasar, sayapun langsung melihat gerai-gerai batik, akhirnya dapat batik bermotif parang yang sangat keren.

Setelah berbelanja, tidak lengkap rasanya kalau tidak mencoba kuliner khas di sana. Kamipun mampir di salah satu warung yang sederhana, namun dikenal memiliki cita rasa yang enak berdasarkan rekomendasi dari sopir yang setia menemani perjalanan kami. Namun sayang, kami tidak kebagian tengkleng yang merupakan kuliner khas Solo. Sayapun memesan yang lain yang juga berbahan dasar daging sapi, yaitu sate buntel.

Mendengar kata “buntel” saya ingat binatang “buntal” yang banyak ditemui di Banjar yang tentunya tidak boleh dimakan. 

Sayapun mempertegas bahwa sate buntel bukan buntal, heee. Kamipun makan dengan lahapnya, maklum habis jalan-jalan membuat kami lapar.

Inilah pengalaman saya di kota Solo, biarpun tidak terlalu lama namun cukup untuk mengenal kota Solo. Kota budaya, kota batik, kota kelahiran orang-orang penting di negeri ini.

Solo The Spirit of Java

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad