IBX5A2DB0A16D0BC Menengok Jendela: Mimpi yang Tak Pernah Diimpikan - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 25 Desember 2017

Menengok Jendela: Mimpi yang Tak Pernah Diimpikan

Oleh: Roniansyah, S.Pd

Beberapa waktu yang lalu, saya terkejut mendengar cerita Isteri saya pasca mengikuti workshop yang diadakan UIN Antasari Banjarmasin. Ia bercerita bahwa Pa Rektor (Akhmad fauzi Aseri) akan mengakhiri masa jabatannya. Tidak berselang lama saya ada membaca di salah satu media sosial, ada 4 atau 5 orang yang menjadi calon Rektor UIN Antasari Banjarmasin, salah satunya Prof. Mujiburrahman. 

Setelah membaca kabar tersebut, besoknya melalui pesan grup di media sosial, ada yang mengucapkan selamat atas dilantiknya Prof. Mujiburrahman sebagai Rektor. Tak berselang lama, media sosial khusuanya facebook ramai dengan ucapan selamat kepada Beliau. 

Sayapun terkejut sekaligus tidak menyangka, karena saya mengenal Beliau dari tulisan-tulisan yang rutin setiap Senin dimuat di salah satu media terbesar dan terkemukan di Kalsel, yaitu Banjarmasin Post.

Dari tulisan-tulisan tersebut, nampak sekali menggambarkan karakter beliau sebegai seorang akademisi yang tidak terlalu berambisi, terlebih menjadi seorang rektor.

Mendengar kabar tersebut, sayapun berkeyakinan, terpilihnya Prof Mujib sebagai Rektor UIN Antasari, dapat memajukan UIN Antasari. Berbagai ucapan selamat menghiasi laman facebooknya, diantara ucapan selamat yang disampaikan, khususnya dari para alumni, terbesit di pikkiran saya untuk mengucapkan selamat sembari menunghu tulisan di kolom Banjarmasin Post terkait rektor UIN Antasari, namun hal ini tidak kesampaian. 

Hari seninpun tiba, pagi-pagi sebelum melihat koran Banjarmasin Post edisi Senin, di media sosial sudah ada yang menshare tulisan kolom di Banjarmasin Post yang ditulis oleh Prof Mujib dan terkait dengan rektor baru tersebut. 

Sayapun membacanya via online, saya penasaran apa yang akan Beliau tulis. Karena sebelumnya, dalam tulisan di media terbesar di Kalsel ini Beliau pernah mengatakan bahwa tidak ada keingunan sedikitpun untuk mendudukki jabatan di kampus, Ia lebih senang sebagai akademisi yang menulis, meneliti, dan memberikan kuliah. Namun kini Beliau secara resmi diangkat menjadi Rektor. 

Dari tulisan tersebut banyak hal yang membuat saya menarik untuk membacanya, diantaranya adalah mimpi yang tak pernah saya impikan. Hal tersebut menegaskan prinsip Beliau yang tidak menginginkan jabatan, namun jika diminta harus siap menerima dan menjalankan amanah. 

Selain itu, berbagai terobosan akan diakukan demi kemajuan UIN Antasari. Dengan gayanya yang santai tapi pasti, terobosan tersebut beliau bungkus dalam mimpi yang akan diperjuangkan bersama. 

Sebagi seorang penulis dan pembicara yang malang melintang di berbagai perguruan tinggi, tidak hanya di Indonesia bahkan di sebagian Negara di belahan dunia. Orientasi kepemimpinan Beliau dimulai dari intelektual kemudian infrastruktur. 

Bagaiman Beliau menginginkan kemajuan atau perubahan dimulai dari pembentukan karakter, pemberdayaan maupun pembinaan sumber daya manusia, baik dari mahasiswa, pejabat maupun dosen UIN Antasarai Banjarmasin.

Itulah mimpi dari orang yang tidak pernah punya mimpi untuk memimpin Perguruan Tinggi Agama Islam tertua dan terbesar di Kalimantan. Insyaallah saya akan mendo'akan semoga mimpi tersebut bisa diwujudkan bersama-sama, mulai dari pejabat Perguruan Tinggi, para dosen, mahasiswa, karyawan, hingga alumninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad