IBX5A2DB0A16D0BC HMPI Tahun 2017: Revolusi Hijau Upaya Rehabiitasi Lahan Kritis di Kalsel - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 08 Desember 2017

HMPI Tahun 2017: Revolusi Hijau Upaya Rehabiitasi Lahan Kritis di Kalsel

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor Menanam Pohon dalam Rangka Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Selatan
Bingkaibanua.com Kabupaten Banjar -   Insiasi Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor,  dalam upaya nyata merehabilitasi lahan kritis melalui Gerakan Revolusi Hijau mendapat dukungan masyarakat daerah setempat.

Ini terbukti besarnya partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan menyelamatkan paru-paru dunia itu melalui aksi nyata penananaman pohon dan tumbuh-tumbuhan di berbagai pelosok permukiman penduduk.

Gerakan terbaru menyuburkan lahan kritis dengan melibatkan  2000 orang dari berbagai komponen masyarakat adalah dengan menanam ribuan bibit pohon dan tanaman di kaki Gunung Pamaton, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kamis (7/12/2017) pagi.   

Bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Wakil Gubernur H Rudy Resnawan dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudhatul Jannah Sahbirin,SKM dan Walikota/Bupati, Kadishut Kalsel Dr HANIF FAISOL NUROFIQ, SHut, MP  bersama masyarakat melakukan penanaman pohon  secara serentak

“Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi saya sampaikan kepada segenap komponen masyarakat dan keluarga besar rimbawan atas dedikasi terus menerus menyelamatkan lahan krisitis melalui Gerakan Revolusi Hijau,” ucap Gubernur H Sahbirin Noor.

Dikatakan Gubernur Kalsel, luas lahan kristis di Banua saat ini mencapai 640.709 hektar. Kondisi ini menuntut kita terus berupaya agar mengurangi dengan cara melakukan penghijauan.

Sebenarnya saat kita menanam pohon kita telah menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semua  untuk kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kita jangan sampai mewariskan lingkungan hidup yang rusak kepada anak cucu kita. Mereka berhak untuk menikmati lingkungan yang sehat dan udara segar. Oleh sebab itu penanaman pohon sangat baik untuk kita galakan.

Gerakan menanam pohon, lanjut Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, harus mendapat dukungan luas masyarakat. Semua komponen kita ajak untuk berpartisipasi aktif dalam penanaman pohon. Sehingga kita bisa menghijaukan kembali Bumi Kalimantan Selatan dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. 

Paman Birin berharap, aksi penanaman pohon yang terus digalakan tidak sekadar hanya untuk memenuhi target kuantitas, tetapi harus mampu mengerakan dan merubah perilaku masyarakat dengan kesadaran untuk turut berperan serta dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon.

Di Kalsel kita mentargetkan revolusi hijau di luasan 59 ribu hektar baik wilayah hutan tanaman industri, hutan lindung, hutan produksi dan hutan di luar  kawasan yang dikelola dinas kehutanan maupun hutan lainnya.

“Saya berharap, target itu bisa tercapai dengan baik sehingga membawa perubahan yang nyata dengan berkurangnya lahan kritis di Provinsi Kalsel. Serta membuat lingkungan menjadi lebih sejuk dan mengembalikan Kalimantan Selatan sebagai paru-paru dunia yang sehat dan jauh dari kerusakan,” tandasnya. 

Paman Birin juga menaruh harapan besar agar gerakan revolusi hijau terus digelorakan agar masyarakat terus melakukan penanaman pohon maupun penanaman flora dalam bentuk apapun.

“Insya Allah penanaman pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, memberikan manfaat untuk keindahan, bermanfaat untuk ekologi secara keselurahan,” doa Gubernur.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Dr HANIF FAISOL NUROFIQ, SHut, MP menjelaskan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) merupakan even nasional yang diselenggarakan setiap tahun untuk mengerakan masyarakat dalam melakukan penanaman pohon.

“Ini sangat sinergi dengan Bapak Gubernur Kalse, H Sahbirin Noor yang telah mencanangkan Penanaman Pohon Secara Serentak bersama Walikota/Bupati se Kalsel dalam Program Revolusi Hijau tanggal 3 Februari 2017. Menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu kita,” terang Hanif.(humas kalsel/bb).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad