IBX5A2DB0A16D0BC Hari Perkebunan 2017: Kalsel Terdepan Bentuk UPPB - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Friday, December 15, 2017

Hari Perkebunan 2017: Kalsel Terdepan Bentuk UPPB

Suasana Peringatan Hari Perkebunan ke 60 Tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Selatan
Banjarbaru – Provinsi Kalimantan Selatan dinilai sebagai daerah yang terdepan dalam pembentukan UPPB atau Unit Pengolah Pemasaran Bokar (Bahan Olah Karet Rakyat).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir Dedi Junaedi, MSc, pada saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Perkebunan ke-60 Tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/12).

“saya bangga dan mengapresiasi atas kinerja Kalsel yang terdepan dalam pembentukan UPPB” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan hingga saat ini, sawit menjadi penyumbang devisa nomor 1. Di Kalsel sendiri, peredaran uang dari transaksi sawit mencapai 350 miliar perhari.

Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan dalam sambutannya mengatakan sumber daya energi yang selama ini menjadi sumber ekonomi utama di kalsel tidak selama tersedia atau ada batasnya. Untuk mengatasi hal ini, sektor pertanian dipersiapkan untuk menjadi basis utama untuk menjadi sumber ekonomi.

Selain terus mendorong hasil produksi pertanian, Kalsel juga terus mempersiapkan industri pengolahan hasil pertanian termasuk hasil perkebunan. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan singkronisasi atau sinergi antar pemerintah, masyarakat, dan juga pelaku usaha.

“Pemprov Kalsel terus berupaya menggali sumber ekonomi pengganti sumber daya energi yang tidak terbarukan, salah satunya menjadikan sektor pertanian sebagai sumber utama. Selain itu, kita juga terus mendorong industri pengolahan hasil perkebunan” ujar Wakil Gubernur.

Wagub berharap, upaya ini dapat menjadikan Kalsel sebagai pusat pengolahan hasil perkebunan di Kalimantan, terutama hasil perkebunan dari provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Drh Suparmi mengatakan, di tahun 2018 nanti pihaknya menargetkan akan membentuk 150 UPPB. 

“di tahun 2018 kami menargetkan akan terbentuk sebanyak 150 UPPB, sementara hingga saat ini suda ada 89 UPPB” ujar Suparmi.

Hal ini tidak terlepas dari potensi utama yang dimiliki oleh Kalsel yaitu karet dan kelapa sawit sebagai komuditas utama perkebunan Kalsel. Kemudian, hal ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan harga karet di Kalsel, serta sebagai upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur atau kebutuhan industri.

Lebh lanjut Suparmi juga mengatakan, untuk terus memaksimalkan potensi karet di Kalsel, di tahun 2018 nanti, Kalsel akan menjadi pilot project industri hilirisasi karet.

Selain itu, Potensi perkebunan lainnya yang ada di Kalsel dan terus dikembangkan adalah bakau, kopi, cengkeh, dan lainnya. 

Dalam peringatan Hari Perkebunan Tahun 2017 ini juga diberikan berbagai bantuan untuk menunjang usaha perkebunan. Selain itu juga diserahkan berbagai penghargaan. (humas kalsel/rr/bb)

Baca Juga: Kalsel Jadi Pilot Project Hilirisasi Karet

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad