Pelajaran Dari Kasus 2 TKI Kalsel yang Dipulangkan - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 15 Oktober 2017

Pelajaran Dari Kasus 2 TKI Kalsel yang Dipulangkan

Asisten Pemerintahan Setda Prov Kalsel, H Siswansyah SH MH (pakai peci)
Saat Menerima 2 WNI/TKI Asal Kalsel yang Dipulangkan Oeh KJRI Arab Saudi
Asisten Pemerintahan Setda Prov Kalsel, H Siswansyah SH MH saat menerima 2 WNI/TKI asal Kalsel yang dipulangkan dari Arab Saudi, mengungkapkan banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran dari kasus yang menjerat 2 WNI/TKI asal Kalimantan Selatan yang dipulangkan dari Arab Saudi.

Sebagaimana yang diaktakan oleh Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI yang mengantar dan menyerahkan mereka ke Pemerintah Provinsi Kalsel, Khairil mengatakan bahwa mereka berdua merupakan WNI yang menggunakan paspor umrah untuk bekerja atau menjadi TKI di Arab Saudi.

“Ini pelajaran bagi kita semua, agar tidak menjadi TKI nonprosuderal. Sehingga jika terjadi kasus hukum, pemerintah RI dapat membantu dengan cepat dalam kasus hukum yang dihadapi” ucapnya. 

Siswansyah berpesan agar jangan menyalahgunakan prosedur yang telah ditetapkan, apalagi menyangut dengan agama atau ibadah, misalnya perjalanan untuk umrah.

“ini pelajaran bagi kita, agar tidak menyalahgunakan prosedur yang telah ditetapkan. Jika perjalanan kita untuk umrah, maka laksanakan sesuai dengan aturan, jangan menyalahgunakannya untuk bekerja di sana (Arab Saudi, red) dan menjadi TKI” ucap Siswansyah. 

Sementara itu, kedua WNI/TKI yang terkena kasus dan dipulangkan kembali ke Indonesia adalah Aminah Binti H. Budi yang berasal dari Kabupaten Tapin dan Darmawati Binti Tarjani yang berasal dari Kabupaten Banjar.

Sebelumnya, kedua WNI/TKI ini mengalami kasus hukum di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 2002 yang memvonis mereka dengan hukuman mati (qishas).

Kemudian pihak Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) bersama pengacara yang ditugaskan melakukan peninjauan kembali. Dengan alasan cacat prosedur dan telah mendapatkan maaf dari keluarga korban, permohonan dikabulkan sehingga mereka dinyatakat bebas dan  kasusnya telah dinyatakan selesai.(rr/bingkaibanua)

Foto: humas kalsel

baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad