2 TKI Asal Kalsel Bebas Dari Hukuman Mati - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 15 Oktober 2017

2 TKI Asal Kalsel Bebas Dari Hukuman Mati

Asisten Pemerintahan Setda Prov Kalsel, H Siswansyah SH MH (pakai peci)
Menerima 2 WNI/TKI Asal Kalsel yang Dipulangkan Oeh KJRI Arab Saudi
Banjarbaru – Raut wajah haru tampak terlihat dari 2 WNI/TKI asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terbebas dari hukam mati yang dijatuhkan oleh Mahkamah Umum Jeddah. Kedua WNI/TKI tersebut adalah Aminah Binti H. Budi yang berasal dari Kabupaten Tapin dan Darmawati Binti Tarjani dari Kabupaten Banjar.

Kedua WNI/TKI bersangkutan mengalami kasus hukum di Jeddah, Arab Saudi pada tahun 2002 yang memvonis mereka dengan hukuman mati. Namun setelah dilakukan peninjauan kembali dengan alasan cacat prosesdur dan pihak keluarga korban telah memberikan maaf, maka kasusnya dinyatakan selesai, kemudian dinyatakan bebas dan dipulangkan ke Indonesia.

Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah memfasilitasi kepulangan keduanya dari Jeddah, Arab Saudi ke Jakarta, Indonesia pada hari Jum’at, 13 Oktober 2017.

Kemudian kedua WNI/TKI tersebut diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang diterima oleh Asisten Pemerintahan Setda Prov Kalsel, Sabtu (14/10) di VIP Room Bandara Syamsudin Nooor Banjarbaru.

Selanjutnya Pemprov Kalsel menyerahkan kedua WNI/TKI tersebut ke Pemerintah Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Dalam rilis resmi yang diterima, disebutkan bahwa kasus hukum yang dialami kedua WNI/TKI tersebut terjadi pada tahun 2002 dengan vonis awal hukuman mati (qishash) yang dijatuhkan oleh Mahkamah Umum Jeddah pada 12 April 2010.

Namun pada perkembangan selanjutnya, KJRI Jeddah bersama pengacara yang ditugaskan berhasil mengupayakan pembatalan atas vonis tersebut melalui peninjauan kembali dengan alasan cacat prosedur hukum karena keduanya tidak didampingi penerjemah Bahasa Indonesia yang kredibel selama proses hukum berjalan. Selain itu kedua WNI/TKI tersebut juga telah mendapatkan pernyataan pemaafan dari keluarga korban.

Pendampingan terhadap kasus hukum kedua WNI/TKI tersebut telah dilakukan secara maksimal oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah dan Direktorat Perlindungan WNI/BHI yang secara aktif berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Banjar, serta Dinas Tenaga Kerja Kab. Tapin.
Dalam proses ini pula, telah dilaksanakan beberapa kali pertemuan antara stakeholder tersebut di atas dengan perwakilan keluarga kedua WNI/TKI untuk menyampaikan perkembangan-perkembangan terkait kasus hukum keduanya kepada pihak keluarga hingga akhirnya saat ini telah diperoleh kepastian hukum dan kedua WNI/TKI dapat dipulangkan ke Indonesia.(rr/bingkaibanua.com)

Foto: Humas Kalsel

baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad