Teladani Keikhlasan Keluarga Nabi Ibrahim - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 04 September 2017

Teladani Keikhlasan Keluarga Nabi Ibrahim

Didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Kurnadiansyah, S.Sos, Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan
menuju tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Banjarmasin-  Kumandang  kalimat  takbir,  dzikir, tahmid  sebagai ungkapan kebesaran atas rahmat dan nikmat dari  Allah SWT untuk penduduk bumi,  terdengar teduh hampir  di seluruh pelosok dunia menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, Jumat (1/9).

Begitu pula pelaksanaan Shalat Idul Adha di tanah lapang dan ruang Induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin,  Jl Jenderal Sudirman dan Masjid Arafah Jl Kompleks Dharma Praja, tempat di mana Wakil Gubernur H Rudy Resnawan dan Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris melaksanakan Shalat Idul Adha 1438 H.

Kakanwil Kemenag Kalsel,  H Noor Fahmi selaku khatib Idul Adha di Masjid Raya Sabilal Muhtadin meyerukan agar umat Islam  senatiasa meniru keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menegakan aturan Allah, termasuk dalam beribadah haji.

"Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Proses ibadah haji sebagai pelengkap penyempurnaan dari rukun-rukun Islam sebelumnya. Seorang muslim merasa dirinya belum sempurna kalau belum berkesempatan menunaikan ibadah haji. Meski pada dasarnya kewajiban berhaji hanya dilakukan bagi mereka yang mampu sekurang-kurangnya sekali seumur hidup," terang Noor Fahmi.

Mewujudkan keihlasan dalam berkurban dan senantiasa mematuhi segala perintah Allah untuk mendekatkan diri  dengan ketakwaan. Ibadah kurban sebagai wujud kepedulian sosial  yang diteladankan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk menjadi contoh bagi generasi berikutnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan,  mengatakan, penyelenggaraan ibadah kurban  adalah salah satu bentuk  ketaatan kepada Allah SWT  dan untuk menyebarkan rahmat kepada sesama manusia.

Tujuannya,  untuk berbagi  kepada yang kurang mmapu. Sehingga yang kurang mampu juga dapat merasakan manfaat dari keberadaan orang yang diberikan kemampuan dari Allah SWT.

Ajaran kurban adalah potret dari sebuah keluarga hamba pilihan yang sangat taat akan perintah Allah . Seorang ayah yang taat kepada Allah, seorang ibu taat kepada suami dan seorang anak yang juga taat kepada kedua orangtua. Ketaatan itu mereka yakini sebagai melaksanakan perintah Allah.  Itulah keluarga Ibrahim AS. Keluarga  yang senantiasa bekerja sama bahu membahu dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah , keluarga yang senantiasa berkorban di jalan Allah. (humprokalsel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad