Merekatkan Keragaman Budaya Adat - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 30 Agustus 2017

Merekatkan Keragaman Budaya Adat

KERAMAHAN ADAT, Indahnya keramahan budaya adat yang digelar melalui kegiatan Budaya Aruh Ganal Adat Dayak Paramasan, Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, Selasa 928/8) malam.

Banjar -  Indonesia dikenal dengan banyak memiliki suku dan kebudayaan. Salah satunya yang dimiliki Kalimantan Selatan,  yakni Budaya Aruh Ganal atau Babalai Adat Induk Dayak Paramasan.

Upacara adat tersebut dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat adat dayak atas panen yang melimpah. Beragam prosesi digelar,  seperti tarian babangsai yang terdiri dari para wanita dan pria dan tarian babalian untuk mengelilingi langgat yang sudah dihias serta diiringi  musik gendang dan sarunai.

Kepala Desa Paramasan Bawah Suwardi, SPd mengatakan, Babalai Adat Induk Dayak ini merupakan rangkaian upacara syukuran sebelumnya telah dilaksanakan upacara Bapalas dan Babalai Kambang. Babalai adat ini dilaksanakan sejak tanggal 21 hingga 30 Agustus 2017.

Upacara adat dayak ini dilakukan 3 kali dalam setahun tahapan pertama adalah Bapalas yakni mengacu tanaman padi yang berumur 3 bulan tingginya mencapai 10 sampai 15 cm, sebagai tanda syukur kepada tuhan karena tidak terkena penyakit.  

Sedangkan Babalai Kambang sudah panen tetapi belum habis Odipanen juga sebagai ucapan syukur dan menjalin silaturahmi," ucapnya pada Silaturahmi Babalai Adat di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Senin (28/8) malam.

Ditambahkanya, kegiatan Babalai Adat ini juga sebagai sarana untuk mengenalkan kebudayaan yang dimiliki Indonesia khususnya Kalimantan Selatan.

Damang Adat Kabupaten Banjar Umuh mengatakan kegiatan Babalai Adat ini sudah turun temurun dilakukan hingga sekarang yang bertujuan untuk meminta berkah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur agar terhindar dari musibah.

 Sementara itu, dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor yang disampaikan  Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso, kegiatan ini merupakan ajang tali silaturahmi sekaligus media  aspirasi maupun masukan dari para tokoh adat dan masyarakat yang hadir. 

Kadinsos menuturkan  ada tiga komponen utama dalam kesuksesan sebuah pembangunan. Pertama  pertama adanya pemerintah sebagai pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan pembangunan, kemudianyang  kedua berkembangnya sektor usaha dari swasta  dan yang ketiga adalah para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.

 "Para tokoh-tokoh ini  yang senantiasa membina masyarakat menjaga keragaman dan juga rasa persudaraan dan persatuan sehingga tercipta rasa aman dan damai," tandasnya. 

Dalam sambutannya Adi Santoso menitipkan pesan gubernur kepada yang hadir untuk bersama-sama menjaga perdamaian, kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga  keragaman yang kita miliki mari  untuk terus bina rasa persaudaraan, mari kita tingkatkan rasa solidaritas dan jiwa sosial kita serta mempererat jalinan silaturahim.(bdm/humprokalsel).  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad