Kondisi Pasca Bencana Perlu Perhatian - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 17 Oktober 2016

Kondisi Pasca Bencana Perlu Perhatian

Banjarbaru, belajar dari pengalaman dalam penanggulangan bencana, di antara penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terdiri atas tiga tahap, yaitu pra bencana, pada saat kondisi darurat, pada tahapan kondisi pasca bencana perlu perhatian. Karena pada kondisi ini pemulihan fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan berjalan lambat, dan tidak menyeluruh. Kemudian bantuan hanya sebatas pada masa tanggap darurat, bantuan tidak merata, psikososial tidak tertangani secara tuntas, dan menyisakan depresi yang mendalam.

Hal ini sebagaimana dikatakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Prov. Kalsel,  Sahruddin. SE, pada saat memaparkan materi terkait kewaspadaan dalam menghadapi bencana di Kalsel dalam pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Prov. Kalsel, Selasa (11/10) di RR. H. Aberani Sulaiman.

Dalam pertemuan ini juga, seluruh peserta diberikan pengertian terkait bencana. Dimana tidak semua peristiwa dikatakan bencana. Peristiwa tersebut dikatakan bencana jika mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam   dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga  mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Sahrudin juga menerangkan hingga saat ini ada enam potensi bencana yang dapat terjadi di Kalimantan Selatan, seperti banjir, kebakaran hutan, lahan dan permukiman, angin puting beliung, gelombang pasang, tanah longsong, dan kekeringan. Ia berharap cukup enam ini saja dan tidak bertambah lagi. “cukup enam ini saja, tidak ada lagi bencana lain yang lain tejadi di Kalsel, yang enam ini pun kita berharap dapat diatasi atau ditanggulangi” harapnya.

Kemudian terkait peran Humas Pemerintah dalam menanggulangi bencana, Sahrudin mengharapkan adanya sinergitas BPBD Provinsi dan BPBD Kab/Kota dengan Humas Pemerintah, baik yang ada di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota. Karena dengan sinergitas ini, BPBD dapat terbantu terkait penyebarluasan informasi tentang potensi bencana yang terjadi di Kalsel. Ia juga mengharapkan dapat berkoordinasi terkait program-program BPBD dalam menanggulangi bencana di Kalsel.

Selain membicarakan terkait peran Humas Pemerintah dalam menanggulangi bencana, dalam pertemuan ini juga membahas terkait rencana pembentukan sekretariat Bakohumas Prov. Kalsel. Kabag Pengelolaan Informasi Biro Humas, Drs. Zainuddin selaku narasumber mengatakan Humas Pemerintah memiliki peranan penting dalam menanggulangi bencana. Terutama dalam hal penyebarluasan informasi dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Sehingga dapat mencegah sedini mungkin kemungkinan terjadinya bencana.

Mengingat pentingnya peran humas, maka perlu dibentuk Bakohumas yang merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk penyebarluasan informasi. “sebenarnya sudah ada pergub yang mengatur tentang pembentuka Bakohumas, namun belum dilaksanakan. Jadi sekarang ini lah saatnya membentuk Bakohumas tersebut” terang Zainuddin.

Namun dari pertemuan ini, ada beberap catatan yang harus ditindak lanjuti sebelum membentuk Bakohumas. Seperti dasar hukum pembentukannya, yaitu Pergub Kalsel No. 41 Tahun 2009 tentang Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah di Provinsi Kalimantan Selatan yang mengacu pada peraturan menteri terdahulu. Sementara sekarang ini ada peraturan menteri yang baru, yaitu Permenkominfo No. 35 Tahun 2014 tentang Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat, yang salah satu isinya mengatur pembentukan Bakohumas di daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad