Paman Birin Pernah Menjadi Pekarya Kesehatan - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 31 Oktober 2016

Paman Birin Pernah Menjadi Pekarya Kesehatan

Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor bersama HPMI Prov. Kalsel
Banjarbaru (29/10), Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor mengakui adanya kedekatan dengan para perawat, karena jauh sebelum menjadi Gubernur, Paman Birin (sapaan akrab Gubernur) pernah menjadi Pekarya Kesehatan selama 13 tahun. Paman Birin juga mengakui pernah belajar dan bisa untuk melakukan injeksi atau menyuntik dan menyunat.

“Sekitar tahun 1988, setelah tamat SMA bersama 1.100 orang ikut tes untuk menjadi Pekarya Kesehatan, yang diterima hanya 38 orang dan dari Banjarmasin 4 orang (salah satunya adalah Paman Birin). Sewaktu menjadi Perkarya Kesehatan, kami diajarkan bagaimana menyuntik dan menyunat, jadi saya bisa menyuntik dan menyunat” kata Paman Birin.


Hal tersebut dikatakan Gubernur dihadapan ratusan perawat yang menghadiri seminar nasional keperawatan dan pelantikan pengurus Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) Prov. Kalsel masa bakti 2016-2021 di Hotel Novotel Banjarbaru.

Gubernur yang juga dinobatkan sebagai Pamannya Perawat-Ners Kalimantan Selatan mengatakan, perlunya membangun budaya organisasi pembelajaran, pembangunan kapasitas manajemen keperawatan dan penataan jenjang karir, sehingga dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme. Selain itu, hal ini juga perlu dilakukan mengingat telah banyaknya perawat yang ada di Kalsel. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Ketua HPMI Prov. Kalsel, H. Sirajudin Noor ada 10.000 perawat yang teregistrasi, sementara ada 2.000 yang belum atau dalam proses registrasi, jadi di Kalsel ada sekitar 12.000 orang perawat. Selain itu, di Kalsel juga memiliki enam Perguruan Tinggi Keperawatan dan tujuh Vokasi Keperawatan.

Gubernur berharap, organisasi yang menaungi profesi keperawatan dapat berperan aktif dalam merealisasikan membangun budaya organisasi tersebut, serta dapat mendukung pemerintah provinsi dalam mencapai visi dan misi pembangunan kesehatan di Kalsel. Kemudian juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para perawat, salah satunya melalui seminar nasional ini. Karena Gubernur melihat, peran yang dimiliki oleh perawat sangat penting dan strategis, serta sebagai komponen utama dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kemudian, Gubernur juga mengungkapkan pentingnya seminar yang diikuti oleh para perawat, karena melalui seminar dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, serta sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan sehingga dapat bersaing, terlebih di masa MEA ini. Karena menurut Ketua Umum HPMI pusat, Dr. Prayetni, SKp,M.Kep, profesi perawat merupakan profesi yang disepakati pertama kali, yaitu Desember tahun 2006 untuk fokus pelayanan kesehatan di tingkat ASEAN. Artinya, jauh sebelum diberlakukannya MEA di akhir tahun 2015 lalu, profesi perawat sudah disepakati kerja samanya di tingkat ASEAN. Jadi ini harus menjadi perhatian bersama agar perawat Kalsel dapat bersaing, minimal tidak kalah bersaing di negeri sendiri.


Sementara itu, HPMI Prov. Kalsel dipimpin oleh H. Sirajudin Noor, S.Kp, M.Kes, yang dibantu oleh satu orang Wakil Ketua, Sekretaris dan wakil, Bendahara dan wakil, serta terdiri dari tiga bidang, yaitu Bidang Organisasi, Bidang Etika dan Hukum, dan Bidang Pelayanan. Kepengurusan ini memiliki masa bakti selama lima tahun dan langsung dilantik oleh Ketua Umum HPMI, Dr. Prayetni, SKp, M.Kep dan disakasikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad