Sifat Bacangkal Diperlukan untuk Wujudkan Rencana Pembangunan - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 13 September 2016

Sifat Bacangkal Diperlukan untuk Wujudkan Rencana Pembangunan

Puncak peringatan hari jadi ke-66 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2016, yang berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Senin (15/8) menjadi peringatan pertama bagi H. Sahbirin Noor sebagai Gubernur Kalsel setelah dilantik pada bulan Februari lalu.

Tema yang diangkat dalam peringatan hari jadi ini adalah “bacangkal mambangun banua”. Cangkal yang berarti giat atau rajin, maharagu artinya memelihara, dan banua bermakna sebutan untuk daerah Kalsel yang mencakup penduduk dan tradisi adat budaya. Secara keseluruhan, tema ini bermakna makin giat bekerja untuk memajukan Kalimantan Selatan, serta memelihara adat dan tradisi budaya banjar.
Menurut Gubernur, tema ini megandung berbagai pesan untuk menjadi renungan dalam berbagai dimensi pembangunan. Diantaranya, sifat “bacangkal” diperlukan untuk mewujudkan rencanan pembangunan ke depan, terutama dalam mewujudkan Kalsel Mapan (Mandiri dan Terdepan), lebih sejahtera, berkeadilan, berdikari, dan berdaya saing, sebagaimana visi Kalsel selama 5 tahun ke depan.
“beberapa proyek besar pembangunan di banua kita, khususnya keberlanjutan pembangunan Bandara Syamsuddin Noor, jembatan pulau laut, dan jalan tol akan lambat terealisasi jika kada cangkal meurusinya”, kata Gubernur.
Gubernur juga mengatakan, bacangkal maharagu banua diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan dan persolaan daerah, seperti mengatasi perlambatan ekonomi, permasalahan kemiskinan dan pengangguran, rendahnya kualitas SDM, degradasi kualitas dan kuantitas lingkungan hidup, termasuk juga bacangkal dalam memperbaiki pelayanan dasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.
Gubernur berharap kepada Bupati/Walikota dan segenap jajaran di daerah untuk terus bersinergi dan berkoordinasi dalam membangun Kalimantan Selatan. Karena Kalsel yang mapan bisa lebih cepat diwujudkan manakala pembangunan di Kabupaten/Kota mencapai kemajuan.
Turut hadir dalam peringatan ini Wakil Gubernur beserta Istreri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel beserta Isteri, Ketua DPRD Kalsel beserta jajaran, Kasdam VI Mulawarman, Wakapolda Kalsel, Danrem101/Antasari, Bupati/Walikota se Kalsel beserta Isteri, dan Kepala SKPD Pemprov Kalsel.
Peringatan hari jadi Kaslel ini mempersembahkan tarian Syiar Rasin yang bercerita tentang Agama Islam dan kebudayaan banjar. Serta tarian Kuda Gepang.
Dalam peringatan ini pula, Gubernur memberikan penghargaan kepada Tokoh-tokoh adat, penghargaan kepada Bupati Tabalong dan Barito Kuala atas kehadiran terbanyak dalam kegiatan rapat koordinasi dan kegiatan lainnya, serta Gubernur juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial RI kepada Kabupaten/Kota di Kalsel.

Di akhirnya acara, Gubernur beserta Ibu memotong nasi Astakona sebagai bentuk syukur atas 66 tahun usia Kalsel. Potongan nasi ini diberikan kepada Ketua DPRD Kalsel, Kasdam VI Mulawarman dan kepada Hj. Herlinawaty Sjachriel Darham.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad