Puncak Bulan Bakti dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2016 Diselenggarakan di Kalsel - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 13 September 2016

Puncak Bulan Bakti dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2016 Diselenggarakan di Kalsel

Banjarmasin (19/7), Kalimantan Selatan tepatnya di Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah puncak Bulan Bakti dan Mutu Hasil Perikanan tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor mengatakan puncak Bulan Bakti dan Mutu Hasil Perikanan tahun 2016  merupakan momen yang penting dan sangat berharga bagi pengembangan budidaya ikan dan kemajuan industri perikanan di Kalimantan Selatan.

Gubernur berharap, melalui peringatan ini ada hikmah yang besar atau manfaat bagi Kalimantan Selatan, terutama dukungan dan perhatian khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena Kalimantan Selatan memiliki tempat atau daerah yang potensial bagi budidaya ikan dan pengembangan usaha perikanan, baik itu ikan tawar maupun ikan laut.
Sementara itu, Kepala BKIPM, Rina dalam sambutannya mengatakan Bulan dan Mutu Hasil Perikanan tahun 2016 ini merupakan kegiatan yang menjadi sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan guna mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah GEMASATUKATA atau Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina.
Pentingnya menjaga standar kesehatan, mutu dan keamanan perikanan, agar dapat diterima di pasar internasional sehingga dapat memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. “pada era perdagangan bebas ini, dibutuhkan jaminan kesehatan, mutu dan keamanan hasil perikanan, karena ini merupakan salah satu faktor penentu dalam memenangkan persaingan pasar” tegas Rina.
Dalam peringatan ini diserahkan berbagai bantuan bagi masyarakat Kalimantan Selatan, seperti bantuan pengembangan kawasan pesisir tangguh, bantuan untuk masyarakat konservasi, penyerahan 16.697 kartu nelayan, penyerahan sertifikat hak atas tanah nelayan sebanyak 1.728 sertifikat. Pemberian penghargaan juga turut diserahkan untuk KPU Bea Cukai Tanjung Priok dan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang atas kinerjanya yang baik.
Dalam rangkaian acara puncak ini pula dialakukan pelepasliaran ikan Arwana Banjar Red sebanyak 184 ekor, Papuyu 50.000 ekor, Kelabau 2.200 ekor, Gurame 5.000 ekor, dan Benih Jelawat sebanyak 500 ekor di Sungai Martapura yang dipimpin oleh Gubernur dan Kepala BKIPM.

Keberadaan ikan di sungai daerah ini harus terus dijaga dari kepunahannya, dan ini tanggungjawab bersama. Benih-benih ikan yang sudah ditebar di Sungai Martapura ini harus dijaga perkembangbiakannya, tidak langsung ditangkap. Pesan Gubernur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad