IBX5A2DB0A16D0BC Pulau Borneo Pulau Pemersatu Bangsa - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 13 September 2016

Pulau Borneo Pulau Pemersatu Bangsa

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor
Pulau Borneo atau Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar ke-3 di dunia. Pulau Borneo memiliki keunikan dari segi flora dan fauna, seni dan budaya, serta terdiri dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sebagai pulau yang berdiri tiga negara di dalamnya, maka pulau ini harus diposisikan sebagai pulau pemersatu antar bangsa.

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor pada saat membuka Konferensi Antarbangsa Islam Borneo ke-9, Selasa (6/8) di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

"Sebagai pulau yang di dalamnya berdiri tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, maka pulau Borneo harus kita posisikan sebagai pulau pemersatu antar bangsa".

Selain memiliki keunikan, Paman Birin begitu sapaan akrab Gubernur Kalsel juga mengatakan pulau Borneo memiliki sumberdaya alam yang melimpah di berbagai sektor, seperti pertambangan, energi, perkebunan, maupun kehutanan. Kalimantan juga menjadi pulau harapan bagi dunia untuk mengurangi dampak dari pemanasan global. Maka dari itu, Paman Birin mengajak untuk menjaga pulau Borneo dari kerusakan, serta mampu memanfaatkan kekayaan alam Kalimantan untuk kemajuan dan kesejahteraan Masyarakat.

Melalui konferensi yang dihadiri oleh akademisi dan pakar Islam dari berbagai Perguruan Tinggi di Serawak, Sabah, Brunei dan Kalimantan, Gubernur Kalsel menyampaikan keinginannya agar suatu saat kereta api melintas di Pulau Kalimantan.

"kita ingin suatu saat ada transportasi massal seperti kereta api, kita mau ke Malaysia atau Brunei dengan naik kereta api" harapnya.

Paman Birin mengharapakan, dengan dilaksanakannya konferensi ini di Kalsel, perguruan tinggi di Kalsel, khususnya ULM dapat menjalin kerjasama yang lebih aktif dengan Perguruan Tinggi di Malaysia dan Brunei Darussalam, demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkeahliam, sebagai modal dalam percepatan dan peningkatan kemajuan di Kalsel.

Selain itu, Paman Birin juga mengharapkan, konferensi ini dapat meningkatkan kerja sama dan sinergi untuk untuk kemajuan pulau Borneo, karena dengan kemajuan dapat meraih kesejahteraan dan kemakmuran.

“Mudah-mudahan, dengan konferensi antarbangsa Islam Borneo yang ke-9 ini, kita mampu meningkatkan kerja sama dan sinergi untuk kemajuan di pulau Borneo. Karena dengan kemajuan itu, Insya Allah, kita berhasil meraih kesejahteraan dan kemakmuran” tambah Paman Birin.

Konferensi ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu dari tanggal 6-7 September 2016 diikuti oleh tujuh universitas dari tiga negara, yaitu UITM Mara dari Serawak, Unnisa dari Brunei, Unmul dari Kaltim, ULM dari Kalsel, dan IAIN Pontianak dari Kalbar. Selanjutnya, Konferensi Antarbangsa Islam Borne ke-10 akan dilangsungkan di Samarinda Kalimantan Timur. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad