Menuju RSJ Sambang Lihum Hijau Ramah Lingkungan - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 01 April 2016

Menuju RSJ Sambang Lihum Hijau Ramah Lingkungan

RSJ SAmbang Lihum
Senin, 28 Maret 2016 Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor secara resmi mencanagkan Program Hijau Ramah Lingkungan RSJ Sambang Lihum. Pencanangan ini berbarengan dengan peresmian 2 pilot project Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di RSJ Sambang Lihum dan Rumah Potong Hewan di Banjarmasin oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pencanangan program hijau ramah lingkungan ini ditandai dengan penanaman pohon beringin oleh Gubernur yang diberi nama “Beringin Paman Birin” , pohon ini dikelilingi oleh pohon trembesi.

Gubernur sangat mendukung program ini karena searah dengan visi dan program unggulan yang ditawarkannya saat maju dalam pilgub kemaren. Ada 3 tempat yang harus memberikan kesan asri, nyaman, sejuk, dan indah, yaitu rumah, jalan (khususnya jalan dari rumah menuju tempat kerja), dan tempat kerja. “jika tiga tempat ini asri, nyaman, sejuk dan indah hidup kita akan tenang, dapat bekerja dengan tenang dan beristirahat dengan nyaman” tambahnya.

Selanjutnya, RSJ Sambang Lihum juga beruntung karena menjadi salah satu pilot project IPAL di Kalimantan Selatan. Menurut Direktur Utama RSJ Sambang Lihum, dr. Dharma Putra sangat bersyukur dengan adanya IPAL ini, karena akan membangun peradaban baru. Dimana membuang sampah tidak lagi sembrangan atau harus sesuai, jika tidak maka bisa membuat pipa meledak. Dengan adanya IPAL ini pula banyak memberikan manfaat, selain dapat memanfaatkan limbah, mengurangi pencemaran lingkungan, dan dapat menghasilkan biogas yang saat ini sudah dimanfaatkan untuk bahan bakar kegiatan di kantin rumah sakit.

Sementara itu menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, pembangunan pilot project IPAL RSJ Sambang Lihum oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan rumah sakit itu sendiri. Pembangunan ini juga ditunjukkan untuk mendukung tercapainya Indeks Kualitas Air (IKA) sampai tahun 2019 sebesar 55.

“Berdasarkan hasil survey dan pendekatan penghitungan kapasitas tempat tidur sebanyak 465 buah yang akan menghasilkan air limbah sebanyak 139.500 liter atau 139,5 m3 perhari yang akan menghasilkan BOD sebesar 27.613 ton per tahun. Dengan adanya IPAL ini, beban pencemar di RSJ Sambang Lihum dapat diturunkan sebesar 21.613 BOD ton per tahun” tambahnya.


Setelah pencanangan dan peresmian ini. Gubernur bersama rombongan dan tamu undangan meninjau secara langsung pelayanan dan kondisi RSJ Sambang Lihum, serta IPAL yang baru saja diresmikan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad