Pasar Terapung Ikon Kalimantan Selatan 1: Pasar Terapung Mengapung - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 14 April 2014

Pasar Terapung Ikon Kalimantan Selatan 1: Pasar Terapung Mengapung

Berbicara Pasar Terapung, pasti pikiran kita tertuju pada Kalimantan Selatan. Ya jelas saja, karena Pasar Terapung merupakan warisan budaya lokal Kalimantan Selatan yang menjadi ikon daerah. Banyak wisatawan lokal maupun manca negara yang mengunjungi pasar terapung ini.


Tahun 1990an hingga 2000, pasar terapung pernah menjadi salah satu station id telivisi swasta di Indonesia, di sana digambarkan seorang nenek yang berjualan di atas jukung seraya mengangkat jempolnya.

Beliaupun mendapat julukan Nene RCTI Oke! Ini sangat luar biasa, saya yang berasal dari daerah lain di Kalimantan Selatan penasaran dan ingin sekali mengunjungi Pasar Terapung plus dengan bintang iklannya, dan Alhamdulillah kesampaian waktu duduk di bangku kuliah (2009) tapi tidak dengan artisnya, hee.

Seiring berjalannya waktu, pasar terapung mulai terkikis dengan banyaknya pasar modern, ditambah dengan akses transportasi darat yang mulai terbuka dan terhubung, bangunan semakin berkembang, serta kurangnya kesadaran masyarakan akan kebersihan, kelangsungan, fungsi dan keunikan keberadaan sungai.

Maklum saja, pasar ini ada bukan karena disengaja, tetapi dikarenakan kondisi geografis khususnya Banjarmasin yang daerahnya banyak memiliki sungai sehingga dijuluki kota seribu sungai (the city of thousand rivers), ditambah dengan sarana dan prasarana transportasi darat belum ada atau belum banyak. Sehingga masyarakat melakukan transaksi jual beli, khususnya kebutuhan sehari-hari di sungai atau di bantaran-bantaran sungai dekat permukiman penduduk.

Pemerintah mulai menyadari hal tersebut, dan berupaya untuk terus mempertahankan warisan budaya lokal ini. Hal tersebut terlihat dari beragam kegiatan kedaerahan, seperti hari jadi atau ulang tahun, pekan budaya dan lain sebagainya selalu menjadikan pasar terapung sebagai background dari tema kegiatan.

Tidak itu saja, secara khusus pemerintah provinsi mengadakan festival budaya dan pasar terapung yang dilaksanakan setiap bulan agustus, yang bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan kepada generasi penerus akan kekeayaan budaya warisan leluhur.

Kita sadari, pelestarian tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial semata, diperlukan aksi nyata terlebih di tengah-tengah era modernitas seperti sekarang.

Bagaimana kita terus berupaya memberikan inovasi agar terus menarik, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati budaya lokal khas Kalimantan Selatan, di tengah modernitas tanpa menghilangkan kekahsan yang dimilikinya.

Dengan begitu menariknya pasar terapung ini, ada Negara yang juga mengadakan atau membuat wisata pasar terapung, atau dikenal dengan pasar terapung buatan.

Jika dilihat cukup ramai dengan pengunjung, ya jelas saja pasar terapung tersebut berada di tengah permukiman warga, apa lagi di tengah kota atau di tengah pusat perbelanjaan, yang hanya di tambah dengan pedagang yang berjualan di sungai dengan menggunakan perahu.


Ada keunikan tersendiri dari pasar terapung yang tidak bisa dimiliki oleh pasar terapung lainnya. Pasar Terapung Ikon Kalsel.

Baca Juga:
Pasar Terapung Mengapung di Tengah Kota 

Festival Budaya Pasar Terapung 2017: Siap Manjakan Wisatawan dan Pecinta Kuliner 

Festival Budaya Pasar Terapung 2017 Resmi Dibuka 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad