Donor Darah, Gaya Hidup Baru - Bingkai Banua

Breaking

Bingkai Banua

Inspirasi Untuk Banua

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 02 September 2013

Donor Darah, Gaya Hidup Baru

Banyak cerita yang kita alami selama menjalani hidup, salah satu pengalaman saya terkait “Donor Darah”. Waktu sekolah di tingkat MA kawan-kawan ramai untuk donor darah, ada motivasi tersendiri untuk melakukannya, diantaranya bisa jalan-jalan (maklum jarang jalan-jalan, hee) dan ingin gemuk (waktu itu rata-rata kurus, he).
Beranjak ke perguruan tinggi, paradigma itupun masih kental yaitu donor darah dapat menambah berat badan/bikin gemuk. Ada yang unik, yaitu motivasi tambahannya adalah bisa dapat uang dari donor darah. Ya… kantong mahasiswa. Terus kami ramai-ramai ke PMI Cabang setempat, kami semua terhenyak sesampai di gedung PMI terlihat istilah relawan dan suksrela. Melihat hal tersebut kami mengurungkan niat untuk mendonorkan darah (he).

Selang beberapa tahun kemudian, keluarga teman saya membutuhkan darah “O” dan kebetulan sama dengan saya. Sayapun bersedia dengan harapan dapat makan enak, karena takut darah yang di ambil membuat kondisi tubuh lemah, dan lain sebagainya, kemudian bisa gemuk (paradigm lama). Perasaan campur adukpun menghampiri saat menunggu giliran donor. Selang beberapa waktu saya dipanggil, tenyata tidak seperti yang saya bayangkan. Darahpun dialirkan dan terasa sangat cepat mengalirnya, kata relawan di sana hal ini biasa buat pemula, semula beranggapan darah ini bisa-bisa habis atau terus keluar dengan deras, hee.
Dengan pengalaman tersebut, ada beberapa kali keluarga membutuhkan darah “O” sayapun siap untuk mendonorkannya, namun karena beberapa hal belum bisa terlaksana. Niat hati ingin donor sesuai anjuran yaitu 3 bulan sekali, sebagaimana yang dikatan oleh dr Farid Husein, tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk seorang pendonor menumbuhkan darah baru. "Itu ibarat pucuk yang selama tiga bulan udah tumbuh lagi setelah dipetik," (tempo.com)
Hal itu tidak saya lakukan, karena bisa saja sebelum rentang waktu tiga bula ada keluarga atau orang lain yang membutuhkan darah dengan segera. Namun juga tak kunjung ada, beberapa bulan lalu saya berinisiatif untuk donor. Alhamdulillah bisa tercapai, berjalan dengan lancar, dan dapat kartu anggota donor darah dari PMI Cabang Banjarmasin.
Sayapun tertarik untuk mengetahui manfaat dari donor darah lebih jauh, dengan berbagai versi saya mencoba untuk membagikannya khususnya bagi saya sendiri, para relawan dan pendonor setia. Selain sebagai ladang amal ibadah kita, karena tidak diperkenankan untuk menjual atau menetapkan tarif atas darah yang kita berikan. Dengan begitu, kita difasilitasi untuk bersikap ikhlas dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Selain itu, juga sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kondisi tubuh serta organ tubuh kita. Dimana darah merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, bisa kita bayangkan tidak ada darah dalam tubuh kita, aliran kurang lancar, kurang, atau tidak segar.
Berikut beberapa manfaat dari donor darah bagi pendonor.
1.      Menjaga kesehatan jantung
Dengan donor darah rutin, dapat menstabilkan zat besi dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Terkait kadar zat besi dalam darah, jika berlebihan atau tinggi dapat menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke.

2.      Meningkatkan dan memperbaharui produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Dengan berkurangnya sel darah merah, membuat sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Dengan begitu, kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah.

3.      Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4.      Mendeteksi penyakit serius dan Kondisi Kesehatan
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.


Semoga donor ini dapat kita lakukan sesuai dengan anjuran dan menjadi gaya hidup kita, dalam beramal dan memelihara kesehatan tubuh!

sumber: 

1 komentar:

  1. ARTIKELNYA BAGUS BANGET GAN ... POSTINGNYA DITAMBAH LAGI DONK GAN ... MAKASIH YA GAN... OIYA YANG PENGEN BACA BACA ARTIKEL UNIK DAN FOTO FOTO GOKIL .... TINGGAL KLIK SALAH SATU..

    ---->> BRA PALING UNIK DI DUNIA
    ---->> FOTO - FOTO KEJADIAN LUCU
    ---->> KOLEKSI FOTO HOT LUNA MAYA GA PORNO
    ---->> FOTO PESAWAT TERCEPAT DI DUNIA
    ---->> ARTIKEL CARA2 MENINGKATKAN LIBIDO
    ---->> CARA BERCIUMAN YANG BENAR
    ---->> 10 KEBIASAN PRIA YANG DIBENCI WANITA
    ---->> FOTO FOTO ARTIS CANTIK HOLYWOOD

    TRIMA KASIH AGAN... SALAM SUKSES AJA BUAT AGAN BLOG YA.....
    SMOGA BLOGNYA TAMBAH RAMAI PENGUNJUNGNYA...

    ---------->>>> TRIMS YA Gan .....

    BalasHapus

Post Top Ad