Bingkai Banua

Ads

Kabar Nasional

Kabar Banua

Destinasi Wisata

Video

Monday, May 27, 2019

AMANAT SAMBUTAN PIDATO KEPALA BPIP PADA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2019

BERIKUT AMANAT SAMBUTAN PIDATO KEPALA BPIP PADA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2019

(DOWNLOAD) AMANAT SAMBUTAN PIDATO KEPALA BPIP PADA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2019



Friday, May 24, 2019

Perda Rencana Pembanguanan Industri Prov Kalsel Tahun 2018-2038 Disosialisasikan

Pelaiharai, Pemerintah Provinsi Kalsel benar-benar serius untuk mengembangkan sektor industri.

Keseriusan ini terlihat dari rampung dan disosilisasikannya Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Rencana Pembanguanan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038, Kamis (25/5) di Ruang Rapat Kantor Setda Kabupaten Tanah Laut.

Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut membuka secara resmi Kegiatan sosialisasi Perda No 19 Tahun 2018 Tentang Rencana Pembanguanan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038, kemudian dilanjutkan pengarahan oleh Plt Kepala Bagian Evaluasi dan Dokumentasi Hukum Setdaprov Kalsel.

Plt Kepala Bagian Evaluasi dan Dokumentasi Hukum Setdaprov Kalsel, Muhammad Ikhsan Fadhil,SH mengatakan lahirnya Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038, untuk memacu percepatan pembangunan kawasan industry di Kalsel.
Jorong Port Development
Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038 ini sebut Fadhil, menjadi acua bagi pemerintah Kabupaten/Kota untuk merumuskan peraturan daerah tentang rencana pembangunan industri di kabupaten/kota.

“Untuk memacu percepatan pembangunan kawasan industri Kalsel, kita telah memiliki aturan hukumnya, yaitu Perda Prov Kalsel Nomor 19 tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038, Perda ini juga menjadi acuan untuk merumuskan peraturan daerah tentang rencana pembangunan industri daerah di tingkat kabupaten/kota” ujarnya.

Ditambahkan Fadhil, melalui sosialisasi ini menjadi momen yang untuk menggali informasi terkait kebijakan provinsi dalam melaksanakan pembangunan sektor perindustrian secara berkelanjutan di Kalsel.

Sebelumnya, Pemprov Kalsel telah menetapkan dua kawasan industri yaitu di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Pembangunan dua kawasan ini memerlukan dukungan berbagai infrastruktur penting serta terpadu dan terintegrasi. 

Dengan adanya Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018-2038, akan menjadi salah satu pedoman hukum untuk kegiatan pembangunan kawasan industri di Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut. Perda ini merupakan salah satu payung hukum melengkapi dari sejumlah produk aturan yang telah ada.(rny/rr/bingkaibnua)

Rakor Sengketa Hukum Digelar di Tanah Laut

Pelaihari, Upaya pembinaan hukum bagi aparatur di daerah terus dilakukan. Baru-baru tadi, Biro Hukum Sekretariat Daerah Prov Kalsel menggelar Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Hukum di Luar Pengadilan di Kab Tanah Laut, Kamis (2/5).

Kepala Biro Hukum Setda Prov Kalsel, A. Fydayeen,SH,MH mengatakan, kegitan Rakor Penyelesaian Sengketa Hukum di Luar Pengadilan merupakan salah satu upaya pembinaan hukum di daerah yang dilaksanakan oleh Pemprov Kalsel.

“Rakor Penyelesaian Sengketa Hukum di Luar Pengadilan merupakan upaya darikami, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Pemprov Kalsel terus berupaya melakukan pembinaan hukum, khususnya bagi para Camat, Lurah, Guru, dan para Aparatur” ujarnya.

Melalui Rakor ini pula sebut Fydayeen,  untuk memberikan pemahaman terkait menyelesaikan permasalahan sengketa yang timbul sehubungan dengan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh pejabat dan aparatur.
Rakor Sengketa Hukum yang Digelar Biro Hukum Setdaprov Kalsel
“Dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah, bisa saja timbul sengketa. Hal ini perlu pemahaman bagi para Aparatur agar terhindar dari masalah hokum terutama tindak pidana korupsi” jelasnya.

Ditambahkan Fydayeen, para peserta dibekali dengan berbagai materi terkait Peranan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dalam mencegah tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Kalsel, Peran Polda Kalsel, Korupsi dan God Government, Peran APIP dalam pencegahan tindak pidana korupsi, dan Peranan Pemda dalam mencegah tindak pidana korupsi.

“Dengan dilaksanakannya rakor ini, apa yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam melaksanakan tugas pada instansi masing-masing” harapnya.

Kegiatan rakor yang diikuti oleh para Pimpinan SKPD, para Camat, dan Lurah di wilayah Kabupaten Tanah Laut dibika oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tanah Laut.

Upaya pencegahan ini akan terus dilakukan dengan cakupan yang lebih luas lagi. Dengan harapan, semua masyarakat khususnya para pimpinan SKPD, para Camat, Lurah/Kepala Desa beserta aparatur di Kalsel, dapat mengetahui terkait permasalahan hukum dan bisa terhindar dari tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pembangunan di daerah. (rny)

Masyarakat Senang Makam Datu Kelampayan Direhab

MARTAPURA- Ratusan warga Desa Kelampayan Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, menyambut hangat kedatangan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk sahur bersama, Jumat (24/5) subuh.

Sambutan hangat warga desa berpenduduk 2.042 jiwa ini tidak lepas dari  perhatian Paman Birin atas teralisasinya harapan besar masyarakat terkait pemugaran Makam Syech Muhammad Arsyad Al Banjari.

Rahmani, tokoh masyarakat yang juga panitia Pelaksana Dakwah dan Sahur Bersama Paman Birin, atas nama warga mengucapkan terima kasih dan syukur kesediaan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel memenuhi undangan warga.

Komitmen Paman Birin merehab Makam Datu Kelampayan telah dibuktikan. Di mana pembangunan makam ulama besar Banua itu saat ini telah memasuki tahap pertama.
foto : Banjarmasin Post
"Semoga pemugaran  Makam Datu Kelampayan yang didesain seperti Taj Mahal di India akan terwujud berkat bantuan Paman Birin dan jajaran," doanya.

Masyarakat juga mendoakan Paman Birin dan keluarga panjang umur, sehat wal afiat, dimurahkan rezeki dan senantiasa dalam  perlindungan Allah.

Rahmanj juga  menyampaikan aspirasi terkait kondisi bangunan Langgar Nurul Hidayah tempat di mana silaturahmi berlangsung agar Paman berkenan membantu.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam kesempatan itu menitip pesan agar warga Kelampayan tetap memelihara persatuan dan dan persaudaraan.

Gubernur juga mengutarakan komitmen untuk melanjutkan rehab pembangunan Makam Datu kelampayan secara bertahap.

Pada sahur bersama itu, Paman Birin memenuhi secara langsung aspirasi warga berupa bantuan uang pribadi 10 juta untuk fasiltas Langgar Nurul Hidayah, serta  bantuan untuk kegiatan pengajian jemaah pengajian.

Dalam sahur bersama masyarakat seperti biasa Paman Birin didampingi Unsur Forkopimda,  Pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Turut hadir para alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, Kades Kelampayan Tengah, dan pengurus Langgar Al Hidayah.(bdm/syh/rr/bingkaibanua).

Paman Birin Ajak Masyarakat Bayar Zakat Ke Baznas

Banjarbaru, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah Prov Kalsel, Drs H Abdul Haris,MSi menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk membayarkan zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prov Kalsel.

“Sebagaimana himbauan pa Gubernur, bahwa kita dianjurkan untuk membayar zakat, infaq, atau shadaqah melalui Baznas Prov Kalsel”ujar Sekda usai menyalurkan zakat ke Baznas Prov Kalsel, Kamis (23/5) di Gedung Idham Chalid.

Sekdaprov Abdul Haris mengapresiasi penerimaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) oleh Baznas Prov Kalsel dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Baznas Prov Kalsel ini, yang melakukan penerimaan zakat dengan mendatangi para wajib zakat, terutama di kalangan ASN Pemprov Kalsel” ujarnya.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor / foto : humas kalsel
Dalam kesempatan ini, Sekda Abdul Haris membayarkan zakatnya pribadinya ke Baznas Prov Kalsel, kemudian diikuti oleh para Kepala SKPD Lingkup Prov Kalsel, pejabat structural, dan ASN lingkup Prov Kalsel.

Selain itu, Kapolda Kalsel dan salah satu Komisaris Bank Kalsel juga menyalurkan zakat pribadinya kepada Baznas Prov Kalsel.

Ketua Baznas Kalsel, HG P Rusdi Effendi AR mengatakan pada 2015 pengumpulan zakat hingga Rp 850 juta, di 2016 zakat yang diterima Rp 1,1 miliar, dan di 2017 naik menjadi Rp 2,8 miliar, sementara di 2018 pengumpulan zakat mencapai Rp 4, 3 miliar.

"Untuk Tahun 2019 Ini Baznas menargetkan penerimaan sebesar Rp 6 miliar. Saat ini hingga Mei sudah terkumpul Rp 4,6 miliar atau sudah 77,78 persen dari target 2019 ini," kata dia.

Dalam pengelolaan zakat di Baznas, pada tahun 2018, penyerapannya atau pendistribusianya sudah Rp 4,2 miliar atau sebesar Rp 96,75 persen.

Hasil dari pengumpulan zakat di 2019 ini akan disalurkan sesuai program kerja atau rencana kerja 2019.

Di antaranya, pertama program ekonomi Kalsel Sejahtera, Program Kesehatan atau Kalsel sehat, Program Pendidikan atau Kalsel cerdas, Program Dakwah atau Advokasi Kalsel Religius, Program Kemanusiaan atau Kalsel Peduli.

"Harapan kami program yang sudah berjalan maupun yang belum dilaksanakan, dapat maksimal kedepannya," harapnya.

Ditambahkan Rusdi, ke depan penerimaan zakat dapat terus meningkat. Potensi ini ada, terlebih penghimpunan zakat, infaq dan sedekah, dari Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui UPZ-UPZ yang terbentuk.

"Saat ini sudah ada 26 UPZ yang sudah terbentuk, sehingga masih ada 14 SKPD lagi yang belum membentuk UPZ, itupun masih belum maksimal pengumpulannya. Mudah-mudahan dalam tahun ini semua SKPD sudah dapat membentuk UPZ nya masing-masing," harap Rusdi Effendi.(rny/bingkaibanua)

Wisata Banua

Event

Teknologi

Fashion

Kesehatan

© Copyright 2019 Bingkai Banua | All Right Reserved